30 April 2009

Sepakbola dan Bahaya Cidera

Kalau ada kata yang paling ditakuti pesepakbola manapun di kolong langit ini maka ia adalah "cidera".

Cyber News : Cidera adalah hantu bagi pesepakbola di tingkatan apapun, profesional maupun amatir. Pesepakbola barangkali masih bisa menoleransi jumlah gaji, terlibat hal indisipliner dan menanggung konsekuensinya, atau malah terlibat skandal tertentu, tapi boleh coba ditanya pemain sepakbola mana yang mau menanggung cidera? Rasa-rasanya tak ada!

Sepakbola sejatinya bukan olahraga yang teramat keras, dalam arti tak meniscayakan bahwa seseorang akan mendapatkan cidera bila memainkannya.Hal itu dikarenakan dalam permainan sepakbola terdapat banyak aturan di mana sedikit sekali dimungkinkan seseorang mengalami cidera, sejauh peraturan itu ditaati.

Berbeda dengan tinju, misalnya, meski tak boleh memukul dari bagian pinggang ke bawah tetap saja akan mengakibatkan cidera, setidaknya di bagian muka. Begitupun bila membandingkan dengan sepakbola ala Amerika Serikat, atau yang dikenal sebagai football (orang Amerika menyebut sepakbola dengan kata "soccer").

Football ala Amerika sepanjang diketahui membolehkan benturan dan terjangan antar pemain. Meski difasilitasi pelindung, cidera menjadi suatu hal yang niscaya. Tak heran bila bola sepak bagi orang Amerika konon kurang disukai, karena dianggap kurang "lelaki" bila dibandingkan dengan football yang mereka punyai.

Dengan demikian, sejauh peraturan sepakbola ditaati oleh para pemain, dan begitu juga wasit cepat dengan tegas menegur sang pemain bila mulai menjurus kasar, dipastikan cidera dalam sebuah pertandingan sepakbola bisa dihindari.

Namun laiknya cabang olahraga lain, cidera dalam sepakbola bukan hal tabu. Suatu hal wajar mengingat olahraga apapun selagi mengandalkan kekuatan fisik tak bisa menghindar dari hal itu.

Cidera dalam sepakbola bahkan kadang lebih mengerikan dari apa yang dialami oleh petinju. Tak sampai beresiko kematian memang, tapi jika karir jadi taruhannya banyak data yang menyebutkannya. Tak heran bila sepakbola mencatat beberapa horor cidera sangat mengerikan yang pernah menimpa pesepakbola.

Penggila bola tentu ingat terjangan kasar Aldo Duscher terhadap David Beckham pada sebuah laga di Liga Champions pada medio Maret 2002. Kala itu Beckham menderita cidera tulang kaki metatarsal amat serius dan terancam tak ikut serta di Piala Dunia 2002 di Jepang-Korea Selatan.

Tak hanya Beckham pernah merasakan cidera tulang metatarsal (tulang yang berada di atas ruas tulang jempol kaki). Michael Owen, Roy Keane, Steven Gerrad, dan Wayne Rooney adalah beberapa pemain yang pernbah merasakan cidera serupa.

Cidera Parah : Eduardo dan Cisse

~ Eduardo da Silva - Arsenal ~

Kejadian tragis patah tulang terakhir yang pernah terjadi adalah yang dialami pemain Arsenal Eduardo da Silva saat ditekel keras oleh Martin Taylor, pemain Birmingham City. Eduardo sendiri kemudian melewatkan Piala Eropa 2008 di mana Kroasia yang kemudian lolos ke babak perempatfinal kehilangan dirinya.

Cidera patah tulang baru bisa pulih dalam waktu lama, namun berbeda-beda waktunya pada setiap pemain. Di bawah ini adalah gambar Djibril Cisse, yang mengalami cidera sangat berat.

~ Cisse - Prancis ~

Djibril Cisse ini pernah dua kali mengalami patah kaki antara 2004 dan 2006 bisa bermain bola lagi setelah mengalami pemulihan selama 6 bulan. Bahkan ada juga yang pulih kurang dari 3 bulan. Intinya, beda fisik beda pula proses pemulihannya. (Roll)

[+/-] Selengkapnya...

29 April 2009

Membangun Kembali PSIS Semarang

Cyber News : PSIS tidak mampu memanfaatkan laga home sebaik-baiknya, justru PERSIB yang tampil monoton sepanjang pertandingan akhirnya menyudahi pertandingan dengan skor 0-2. Sebaliknya PSIS yang mengincar kemenangan di Stadion Jatidiri kemarin, justru tampil bagus namun penyelesaian yang buruk akhirnya gagal membuahkan harapan suporter dan penggemar PSIS dimanapun berada. Sejatinya ada dan tanpa suporterpun PSIS harus memberikan yang terbaik buat fans. Apadaya dengan materi dan pendanaan yang 'cekak' prestasi yang diharapkan jauh dari harapan kita semua. Dan harapan itu selalu ada apabila seluruh elemen masyarakat, PEMKOT, Dewan yang terhormat, Kepolisian dan TNI bekerjasama untuk membangun sepakbola khususnya di Semarang menjadi olahraga yang aman, berkualitas dan bermanfaat.

[+/-] Selengkapnya...

27 April 2009

Duel Klasik : PSIS vs PERSIB (28-04-09)

Duel dua striker bernomor 99

Cyber News : Allenatore Bambang Nurdiansyah harus memutar otak dan berpikir keras meracik strategi agar mampu menjinakkan tamunya Persib Bandung dalam lanjutan Djarum Indonesia Super League 2008/2009, besok (Selasa, 28/4) besok di Stadion Jatidiri Semarang. Beberapa kendala utama adalah PSIS kehilangan banyak pemain saat harus menghadapi tim setangguh Maung Bandung yang datang ke Semarang dengan kekuatan inti.

Point harus menang memang menjadi target utama PSIS saat ini. Dengan posisi sangat rawan degradasi PSIS harus berjuang mati-matian di Stadion Jatidiri Semarang untuk meraih hasil sempurna. Kalah.. berarti semakin sulit untuk tetap bertahan di Super League.

Manajer Operasional PSIS Setyo Agung Nugroho-pun menegaskan kembali agar para pemainnya tampil dengan penuh semangat dan memanfaatkan sebaik mungkin partai kandang meski tanpa penonton. ”Jangan lihat siapa lawan. PSIS masih berada di posisi ke dua dari bawah, harus konsentrasi penuh untuk mengamankan keuntungan kita bermain di kandang"

Sementara itu di kubu Persib Bandung ada beberapa mantan pemain PSIS yang kini bermain untuk Persib, Suwita Patha, Nova Arianto, Maman Abdurrahman, dan Hari Salisburi berikrar takkan main hati saat bertanding memperkuat Persib melawan mantan timnya itu di Semarang. Merekapun berjanji akan main secara profesional. Bahkan berjanji akan memberikan tiga poin untuk Persib Maung Bandung. (snexcyber)

Keuntungan, Kerugian, dan Prakiraan Line Up


Materi pemain lebih baik dan merata

[+/-] Selengkapnya...

26 April 2009

Liga Super 2009/2010 Terancam Molor

Cyber News : Bukan hanya ending Liga Super 2008/2009 yang dipaksakan, kick off kompetisi musim depan pun terancam molor. Kompetisi 2009/2010 diproyeksikan baru dimulai pada awal November. Liga Super masih dihadapkan pada ketidakjelasan tata waktu eksekusi jadwal. Banten dan DKI Jakarta saat ini masih steril dari kompetisi.

Pertandingan bisa digelar sesudah pelantikan presiden dan wakil presiden, 20 Oktober. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira menyarankan Liga Super 2009/2010 digelar sesudah rangkaian kegiatan pemilu selesai.

”Semua dimaksudkan demi kemudahan. Kalau pertandingan sepak bola dilaksanakan setelah pemilu selesai, itu kan lebih baik. Biarkan semua kegiatan pada bulan Oktober lewat. Baru setelah pelantikan, kompetisi berjalan kembali. Kami pikir idealnya seperti itu,”ungkapnya kemarin.

Bila menunggu kondisi politik stabil, bisa saja kompetisi digelar November. Abubakar menambahkan, Mabes mempertimbangkan kembali izin pertandingan menjelang kampanye pilpres putaran pertama, 13 Juni. Hanya, keputusan tersebut tetap diserahkan kepada Polda.

[+/-] Selengkapnya...

24 April 2009

BN : Menyiapkan Pemain Pengganti

Cyber News : Pelatih Kepala PSIS (Semarang), Bambang Nurdiansyah menyiapkan beberapa pemain untuk menggantikan beberapa pemain utama yang cedera. Bahkan beberapa pemain pengganti itu, Kamis (23/4) sudah dicoba dalam uji coba melawan juara Copa Pengcab Kota Semarang, PS Biprada di Stadion Jatidiri, Semarang.

Dalam uji coba tersebut, Onambele Basile cs menang dengan skor 3-0. Gol dicetak oleh Antonio Teles, dan dua gol dari Abdulazis Dnibi.

’’Kami memang mengharapkan uji coba ini sebagai jendela untuk melihat kemampuan anak-anak menyerap strategi main melawan Persib,’’ kata Bambang usai pertandingan.

Menurut mantan pelatih Arema (Malang) itu, dalam hal ini, anak asuhnya cukup lumayan dalam menerapkan strategi yang dia harapkan. Memang, katanya, lawan yang yang dihadapi jauh dari kualitas anak asuhnya, tetapi dari gambaran awal, anak asuhnya cukup bagus menerapkan strategi mainnya.

[+/-] Selengkapnya...

22 April 2009

PSIS vs Persib 28 April di Jatidiri, Tanpa Suporter

Cyber News : Pertandingan home PSIS (Semarang) melawan Persib (Bandung), dalam lanjutan Indonesia Super League mendatang bisa digelar di Stadion Jatidiri Semarang, Selasa (28/4) mendatang. Hanya saja izin dari Polda Jateng mengharuskan laga itu masih tanpa penonton.

Ketua Panpel PSIS, Wahyu Winarto, mengatakan kepastian diberikan izin tersebut dikatakan oleh Dir Intelkam Polda Jateng Kombes Pol Bambang Sudarisman, Selasa (21/4). ’’Untuk izin tertulis baru bisa kami dapatkan Rabu (22/4) besok,’’kata Wahyu, kemarin.

Lelaki tambun yang akrab dipanggil Liluk ini mengakui merasa lega dengan adanya izin tersebut. Kabar tersebut akan segera disampaikan kepada tim tamu Persib dan jajaran manajemen PSIS sendiri sebagai tuan rumah.

’’Kami akan memberitahu langsung kalau izin tertulis sudah di tangan. Nantinya kedua tim bisa bersiap-siap. Selama ini kedua tim masih menunggu kepastiannya,’ ’jelas Liluk.

Dia juga menjelaskan, bahwa kemungkinan pertandingan tersebut bisa ditonton oleh masyarakat secara langsung di stadion masih belum tertutup.’’Namun semua masih akan melihat situasi dan kondisi. Kalau sampai tanggal 25 April situasi keamanan kondusif, kami akan dikabari, apakah pertandingan tersebut bisa ditonton atau tidak,’’kata Liluk.

Keuntungan

[+/-] Selengkapnya...

21 April 2009

Jadwal Superliga Kacau Berimbas Di Copa

Cyber News : Jadwal turnamen Copa Indonesia musim ini yang sudah memasuki babak delapan besar dipastikan ikut kacau, menyusul amburadulnya jadwal kompetisi Superliga yang sebagian besar tersandung izin dari aparat keamanan.

Menurut manajer kompetisi BLI Joko Driyono, pembatalan beberapa pertandingan yang terjadi di kompetisi reguler dipastikan akan memengaruhi kelanjutan Copa Indonesia. Sebab sangat sulit mencari jadwal yang tepat agar tidak berbenturan dengan kompetisi reguler.

[+/-] Selengkapnya...

19 April 2009

BLI Terapkan Kalah WO di Super Liga

Cyber News : Badan Liga Indonesia (BLI) memutuskan kompetisi Djarum Indonesia Super League (ISL) 2009 berakhir Juni mendatang dengan menerapkan pola jadwal parsial dan kalah WO.

Demikian hasil kesepakatan yang diputuskan Badan Liga Indonesia yang dirumuskan dalam pertemuan klub Super Liga dan Divisi Utama di sela-sela Musyawarah Nasional PSSI di Jakarta, Minggu.

Direktur Kompetisi BLI, Joko Driyono mengatakan, jadwal pertandingan hingga 5 Mei dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah ada. Sedang pertandingan yang tak bisa terlaksana karena ketiadaan izin dari pihak kepolisian atau kendala lainnya, akan diatur kembali jadwalnya.

"Ini kesepakatan yang diambil dari hasil pembahasan kami dengan klub. Ini kesepakatan yang mengikat, tidak di delay (ditunda) lagi," ujar Joko Driyono yang didampingi Ketua BLI, Andi Darussalam Tabusala.

[+/-] Selengkapnya...

18 April 2009

Demi Keamanan Nasional : PSIS v PERSIJA D I B A T A L K A N

Cyber News : Pertandingan lanjutan Liga Super putaran kedua antara tuan rumah PSIS melawan Persija Jakarta Pusat yang sedianya dimainkan di Stadion Jatidiri Semarang, Senin (20/4), dibatalkan karena Polda Jateng tidak mengijinkannya.

"Pagi ini atau Sabtu pagi, saya mendapat telepon dari Dirintelkam Polda Jateng kalau pertandingan antara PSIS melawan Persija tidak mendapat izin, setelah acara `coffee morning` dengan Kapolda Jateng," kata Ketua Panpel PSIS, Wahyoe Winarto di Semarang, Sabtu.

Menurut dia, sebenarnya tidak ada izinnya pertandingan itu tidak hanya untuk PSIS melawan Persija Jakarta Pusat tetapi pertandingan di Rembang (antara PSIR Rembang melawan Persekabpas Pasuruhan pada Divisi Utama PSSI), kemudian di Kudus, dan Jepara, juga mengalami nasib yang sama.

Ia mengakui, sebenarnya pertandingan PSIS melawan Persija Jakarta Pusat sudah mendapat lampu hijau tetapi pagi tadi atau Sabtu pagi, dirinya mendapat telepon dari Dirintelkam Polda Jateng yang menjelaskan bahwa pertandingan itu tidak bisa dilaksanakan atau tidak diberi izin.

Ketika ditanya alasan tidak memberi izin pertandingan antara PSIS melawan Persija, dia mengatakan, dirinya belum menerima surat resmi dari Polda Jateng soal pembatalan izin pertandingan tersebut, tetapi berdasarkan keterangan dari Dirintelkam Polda Jateng alasannya adalah keamanan nasional.

Persija Sudah di Bandara

[+/-] Selengkapnya...

17 April 2009

Jadwal Superliga Jatim dibekukan

-- Jateng aman dan kondusif. --
Penjagaan dan Pengawasan ketat Aparat Kepolisian Semarang
sampai ke Tribun-tribun atas Stadion Jatidiri.



Cyber News : Menyusul DKI Jakarta, Jawa Timur (Jatim) pun bakal vakum dari kompetisi sampai rangkaian agenda pemilu berakhir. Kemarin, Polda Jatim membekukan status izin pertandingan Liga Super.

Kapolda Jatim Brigjen Pol Anton Bahrul Alam mengungkapkan, pertandingan sepak bola di Jatim sementara waktu dihentikan. Konsentrasi aparat kepolisian di wilayahnya saat ini tercurah pada proses pelaksanaan pemilu. Kompetisi rencananya baru bisa digulirkan kembali pada Oktober. ”Pertandingan sementara waktu tidak diizinkan. Biar situasinya kondusif dahulu. Tunggu, biar semuanya dilantik. Kami sangat berharap semua pihak bisa bersabar,” ungkap Anton kemarin.

Rangkaian pembekuan izin pertandingan sebelumnya sudah dilakukan di Jakarta dan Tangerang, Rabu (15/4). Pertandingan Persija Jakarta kontra PSMS Medan batal karena panpel gagal mengantongi izin dari Polda Metro Jaya. Kebijakan serupa berlaku di Stadion Benteng. Imbasnya, laga Persita U-21 kontra PSMS U-21 urung digelar pada hari yang sama. Alasannya sama persis, yaitu kondusivitas pemilu. Kompetisi bergulir kembali setelah pelantikan presiden dan wakil presiden yang direncanakan Oktober. ”Biar semua agenda nasional dilalui dahulu.

Kami sarankan kalau ingin menggelar kompetisi sebaiknya di luar Jawa. Di sana relatif aman. Sebisa mungkin pertandingan menghindari kota- kota besar,”tuturnya. Pembekuan izin pertandingan itu mengakibatkan beban empat klub Jatim bertambah. Sebab, seandainya agenda pemadatan jadwal mulai Jumat (17/4) sampai Selasa (5/5) bisa dilaksanakan, sedikitnya tujuh pertandingan bisa digelar. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira menyatakan, diizinkan atau tidaknya pertandingan tetap menjadi kebijakan Polda masing-masing.


Jawa Tengah Aman dan Kondusif

[+/-] Selengkapnya...

15 April 2009

Sepakbola, Masa Depan Anak Indonesia

Oleh Agung Harsya
[http://goal.com/id-ID]

Selamatkan wonderkids Indonesia!














Terima kasih untuk kemajuan teknologi informasi. Berkat internet, manusia dapat saling terhubung dan memantau perkembangan informasi terkini meski terpisah jarak ribuan kilometer. Kini, Anda seakan-akan tidak perlu tinggal di Manchester untuk mengintai perkembangan terbaru Cristiano Ronaldo, misalnya. Cukup duduk di depan layar komputer dan semua informasi CR7 tersaji lengkap dalam jagad maya.

Begitu juga dengan aksi anak ajaib -- wonderkid -- di Eropa. Ilyas Zaidan, misalnya. Bocah berusia enam tahun yang mulai menjajaki karir di akademi PSV Eindhoven ini mampu berlagak tak ubahnya seorang Lionel Messi. Lihat saja akun milik Zaidan di YouTube dan Anda dijamin tercengang!



Madin Mohammed (Prancis)

[+/-] Selengkapnya...

14 April 2009

Tokek : Batal.. Sentralisasi.. Batal.. Sentralisasi.. Batal.....

Cyber News : PSIS (Semarang) menyambut gembira pembatalan pertandingan sentralisasi Indonesia Super League (ISL) yang direncanakan 17 April hingga 5 Mei di Jawa Timur. ’’Kami secara resmi belum menerima surat pembatalan itu dari Badan Liga Indonesia (BLI). Baru mengetahui hal ini dari surat kabar dan internet,’’ kata Manajer Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho, Senin (13/4) di sela-sela memantau latihan PSIS di Stadion Jatidiri Semarang.

Agung menegaskan secara prinsip pihaknya menerima apapun keputusan yang telah dikeluarkan dari BLI. Hanya untuk saat ini pihaknya tetap wait and see terkait pembatalan itu. ’’Apapun keputusan yang dikeluarkan dari BLI, kami terima dengan catatan sudah mendapatkan surat pemberitahuan pembatalan itu secara resmi,’’ tambah pengusaha muda ini.

[+/-] Selengkapnya...

13 April 2009

BLI Janji Akomodasi Protes Klub

Cyber News : Badan Liga Indonesia (BLI) menyatakan perubahan jadwal sentralisasi kompetisi yang dirilis masih memungkinkan untuk berubah. Perubahan akan dilakukan jika ada klub kontestan yang menyatakan keberatan dengan alasan yang bisa diterima. Hal tersebut ditegaskan Direktur Kompetisi BLI, Joko Driyono, kemarin.

“BLI memang membuka kesempatan kepada klub untuk melayangkan keberatan atas jadwal yang kami sampaikan, sebelum akhirnya kami memutuskan jadwal ini secara permanen Senin (13/4) lusa. Setelah tanggal ini, tidak bisa lagi ada perubahan jadwal,” jelasnya.

Ditambahkannya, BLI sengaja melayangkan jadwal tersebut untuk meminta tanggapan kepada klub peserta. Hanya saja, dia memastikan jika pun ada perubahan, tidak begitu signifikan. “Paling satu atau dua pertandingan saja yang mungkin bergeser. Kemungkinan ini memang masih kami buka hingga jadwal sentralisasi ditetapkan secara resmi,” tambahnya.

[+/-] Selengkapnya...

11 April 2009

Jadwal Sentralisasi PSIS di Jawa Timur di Kerjai

Cyber News : Badan Liga Indonesia (BLI) kemarin merilis jadwal sentralisasi Djarum Indonesia Super League (DISL) 2008/2009. PSIS mendapat jatah empat kali tanding dalam sentralisasi antara 17 April – 5 Mei di tiga stadion di Jatim tersebut.

Namun ada kejanggalan dalam jadwal sentralisasi yang dirilis di situs resmi BLI tersebut. Di pertandingan pertama PSIS tercatat menghadapi Arema Malang 20 April di stadion Kanjuruhan Malang. Seharusnya pertandingan dilakukan di luar Malang yakni di stadion Brawijaya Kediri atau stadion Surajaya Lamongan. Sebab, di laga tersebut PSIS berstatus tuan rumah karena di putaran pertama lalu PSIS sudah bertandang ke Kanjuruhan.

Kejanggalan lain adalah pertandingan lain PSIS yakni melawan Persela, disebutkan pertandingan dilaksanakan di Stadion Surajaya Lamongan pada 28 April 2008. Padahal di putaran pertama PSIS juga sudah bertanding di stadion markas Persela tersebut.

Lihat Jadwal dibawah yang di keluarkan oleh WWW.BLI-ONLINE.COM, Jadwal yang dirilis tidak fair dan merugikan PSIS Semarang yang seharusnya di format sebagai tuan rumah. Apakah wajar dan masuk akal apabila PSIS menggunakan homebase di Stadion Kanjuruhan Malang dan Surajaya Lamongan dengan tim tamunya Arema dan Persela ??

klik di gambar utk memperbesar

[+/-] Selengkapnya...

08 April 2009

Angkat Motivasi, Lunasi 2 Bulan Gaji

Cyber News : Gaji para pemain PSIS untuk bulan Februari dibayar manajemen, kemarin. Manajemen juga memutuskan membayar gaji Maret lebih awal dari biasanya. Keputusan tersebut diambil untuk meningkatkan motivasi para pemain dalam mempersiapkan diri menghadapi laga selanjutnya.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Mahesa Jenar Yoyok Sukawi yang menyempatkan diri menengok latihan Idrus Gunawan dkk serta memberi keterangan pers di Stadion Jatidiri, kemarin. ”Kami luruskan, gaji yang terlambat dibayarkan adalah gaji bulan Februari. Intinya, manajemen hanya menunggak satu bulan,” katanya.

Selain itu manajemen telah membayarkan gaji pemain, pelatih dan ofisial PSIS bulan Maret yang seharusnya dibayarkan 10 Maret lalu. Diserahkan pula gaji April untuk mereka. "Sengaja kita bayar dua bulan langsung. Bahkan gaji April yang seharusnya baru akan dibayar tanggal 10 nanti saya lunasi sekalian. Ini semua untuk memotivasi pemain agar bersemangat menyongsong sisa pertandingan PSIS," ujar Yoyok pada para wartawan.

Setiap bulannya, PSIS menganggarkan dana sebesar Rp 183 juta untuk gaji pemain, ofisial dan pelatih. Gaji tersebut biasanya dibayar tiap tanggal 10. Untuk gaji tertinggi saat ini diterima pemain belakang Anderson Leke dan stiker Antonio Telles, masing-masing Rp 15 juta per bulan.

[+/-] Selengkapnya...

07 April 2009

Gaji Pemain dibayar dari Kompensasi BLI

  • PSIS yakinkan ikut laga sentralisasi
  • Ganti rugi untuk gaji pemain

Cyber News : Meski krisis finansial masih mendera PSIS (Semarang), beberapa laga sentralisasi yang akan dilakukan di luar Semarang tetap akan dilakoni.

Seperti diketahui beberapa laga Indonesia Super League (ISL) akan dihelat di satu kota. Hal ini terkait jadwal pertandingan kontestan ISL bersamaan dengan jadwal Pemilu. Ini termasuk tiga jadwal kandang PSIS yaitu melawan Persib (Bandung), Persija (Jakarta) dan laga ulang versus Persijap (Jepara).

Manajer Operasional dan Pendanaan PSIS Ari Wibowo mengatakan, soal sentralisasi tersebut, armada Mahesa Jenar akan mendapatkan ganti rugi dari Badan Liga Indonesia (BLI) terkait laga tersebut.

’’Kalau soal sentralisasi, saya berani menggaransi kalau PSIS akan tetap ikut. Karena saat pertemuan di Surabaya beberapa waktu lalu, Nurdin Halid (Ketua Umum PSSI) menegaskan biaya ganti rugi akan dibayarkan dimuka,’’ kata Ari Wibowo, Senin (6/4).

BLI memang siap memberikan ganti rugi senilai Rp 75 juta per-pertandingan bagi tim yang berstatus sebagai tuan rumah. Itu artinya, nominal ganti rugi yang akan diterima PSIS minimal sebesar Rp 225 juta.

’’Tapi karena lawan Persijap hanya partai ulangan, jadi ganti rugi yang kami terima cuma setengah. Paling hanya Rp 37,5 juta. Mungkin total yang bisa kami terima hanya Rp 187,5 juta,’’tambahnya.

Membiayai

[+/-] Selengkapnya...

Tongpes, Pemain Ancam Mogok....

Cyber News : Buntut dari krisis keuangan, kondisi internal PSIS mulai memburuk. Beberapa pemain bahkan mengancam akan mogok latihan bila tunggakan gajinya tak segera dilunasi.

“Saya dan beberapa teman yang lain kerepotan. Gaji kami di PSIS kecil, tapi masih sering telat kali terima pula. Terus terang, ini sangat mempengaruhi semangat kami di tim,” ujar salah seorang pemain lokal, yang minta namanya tidak disebutkan.

Ia, dan beberapa pemain lain bahkan berencana untuk mogok latihan bila manajemen tetap belum membayarkan gajinya. “Saya masih menunggu kesepakatan teman-teman. Kalau semua oke, kami akan mogok latihan saja. Sekarang ini rasanya kami aras-arasen kalau harus latihan,” tegasnya.

[+/-] Selengkapnya...

03 April 2009

LOYALITAS SUPORTER HANYA UNTUK SEPAKBOLA

Written By : Mr_Smile94

Cyber News : Loyalitas suporter terhadap suatu tim yang didukungnya merupakan hal yang penting. Sifat loyalias itu menunjukkan bahwa supporter tersebut memang benar-benar setia memberikan motivasi buat tim maupun pemain. Berbagai cara bagaimana suporter itu menunjukkan jatidirinya sebagai pendukung fanatik. Fanatisme seorang suporter terhadap suatu tim adalah hal yang sangat wajar dalam gelanggang sepakbola tanah air. Mereka rela melakukan segala macam cara untuk menunjukkan fanatisme dan loyalitas yang nyata terhadap tim dan pemain idolanya.

Ketua Umum SNEX Edi Purwanto (Caleg)

Sepakbola tanah air, khususnya Semarang melahirkan puluhan ribu militan suporter sepakbola. Tongkat estafet fanatisme PSIS Semarang terus berlanjut sampai sekarang. Untuk menampung ribuan fans yang yang memiliki satu kesamaan minat dan tujuan maka didirikan suatu paguyubuan/komunitas/perkumpulan/organisasi yang menampung segala aspirasi fans PSIS Semarang. Salah satu organisasi suporter yang eksis di Semarang yaitu SNEX atau "Suporter Semarang Extreme".

Dimasa-masa Pilkada, Pilgub, Pileg, Pilpres, dan pil-pil lainnya, suporter merupakan magnet yang terlalu indah untuk dilalui. Bayangkan saja, di tiap pertandingan hampir 10 ribu-20 ribu maniak bola hadir di stadion. Andaikata semua suporter tersebut kompak mencontreng si caleg A misalnya, kursi di Gedung Berlian menanti. Nah, masa-masa inilah suporter (baca : pengurus) untuk memanfaatkannya sebagai salah satu lahan proyek 5 tahunan.

Dengan memiliki massa ribuan para elit partai politik dan politisi untuk berlomba-lomba menarik simpati suporter dengan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan sepakbola. Masih ingat JSM (Jateng Suporter Mania), atau POSJATENG pada waktu Pilgub Jawa Tengah tahun lalu, ini merupakan trik manis dalam menjaring suara suporter yang ada di Jawa Tengah. Berhasilkah ??? Ternyata TIDAK.

[+/-] Selengkapnya...

02 April 2009

PSIS Tak Berdaya di Wamena....

6 Persiwa v PSIS 0

Cyber News : Tekad Persiwa Wamena untuk terus menempel saudara tuanya Persipura Jayapura terwuujud, itu berkat kemenangan sensasional atas tamunya PSIS Semarang dengan skor telak 6-0 di Stadion Pendidikan Wamena kemarin.

Setengah lusin gol yang masuk ke gawang Agus Murod itu tercipta dari legiun asing Persiwa Redoanne Barkouwi menit 44' dan 66' serta quatrik gol yang diciptakan Boakai Edi Foday di menit 42', 46', 58', dan 62'.

Hasil ini tentu membuat tim besutan Suharno itu berbangga hati, karena mereka bisa membuktikan bahwa Persiwa sebagai satu-satunya tim Indonesia Super League mampu bertengger di posisi runner up atau satu tingkat dibawah Persipura.

Suharno mengatakan dirinya puas atas kerja keras yang dihasilkan anak asuhnya, namun dia sediikit mengkritik anak asuhnya yang seharusnya bisa tampil lebih maksimal. Ya, dalam pertandingan kemarin, sejak kick off dibunyikan wasit M Sueb Persiwa mengalami kesulitan di babak pertama, beberapa peluang yang tercipta tak bisa dimaksimalkan dengan baik oleh Immanuel Padwa dan kawan-kawan.

Petaka bagi tim tamu terjadi saat pertandingan memasuki menit ke 42 lewat umpan Vendry Mofu kepada Foday dan berhasil di sundul sehingga merobek gawang PSIS. Selang dua menit gol kedua Persiwa terjadi berkat tendangan sudut yang diambil oleh Tarikh Caqui yang memberikan umpan lambung yang berhasil dimanfaatkan Barkouwi dan langsung menendang ke arah ujung gawang.

Memasuki babak kedua anak-anak Persiwa terus menggempur pertahanan PSIS, melalui kerja sama yang apik anak asuhan Bambang Nurdiansyah ini banyak mengalami cedera akibat sering bertabrakan dengan pemain Persiwa, bahkan yang sangat mengherankan pemain pengganti PSIS Johan Yoga Pratama menggantikan Basuki yang adalah seorang kiper ternyata membuat kebuntuan bagi arsitek PSIS Bambang Nurdiansyah.
Melihat tim yang sudah "tak berdaya" karena sedang mengalami krisis pemain skuad Badai Pegunungan ini memanfaatkan kesempatan dengan makin meningkatkan serangan ke tim tamu.

[+/-] Selengkapnya...

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP