30 Maret 2009

Kalah Segalanya

Cyber News : Tekad PSIS untuk bisa mencuri poin saat melawan Persipura di Stadion Mandala Jayapura kemarin pukul 15.30 WIT (13.30 WIB) tidak berhasil. Setelah menahan gempuran Boaz Salossa dkk sepanjang 30 menit pertama pada awal babak pertama, akhirnya PSIS harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 4-0 (2-0). Keempat gol tim Mutiara Hitam dicetak oleh Alberto Goancalves dan dan Boaz Salossa, masing-masing dua gol.

Dengan kemenangan ini, semakin memantapkan posisi Persipura di puncak klasemen sementara di ajang ISL 2008/2009. Disisi lain, hasil ini malah membuat tim Mehasa Jenar harus berjuang lebih keras lagi untuk bisa keluar dari zona degradasi.

Asisten pelatih PSIS Ahmad Muariah saat dihubungi dari Semarang mengatakan, keinginan PSIS untuk membalikkan prediksi banyak orang dengan bisa mencuri poin dari tuan rumah tidak berhasil.

[+/-] Selengkapnya...

27 Maret 2009

PSIS Incar Poin Di Tur Papua

Cyber News : Meski mengakui tur ke Papua yang akan dilakoni anak asuhnya pada akhir pekan ini cukup berat, pelatih PSIS Semarang Bambang Nurdiansyah (foto) menyatakan tekadnya untuk bisa membawa pulang poin.

Menurutnya, target meraih poin itu mesti dicanangkan mengingat posisi timnya di klasemen sementara Superliga 2008/09 saat ini cukup rawan, karena masih berkutat di zona degradasi.

Itu karena, tim berjuluk Mahesa Jenar baru mengemas 20 poin dari 24 laga. Hasil dari empat kali menang, delapan kali seri, dan 12 kali kalah sehingga untuk sementara menempati peringkat ke-15.

"Berat memang. Karena dua tim yang akan kami hadapi cukup tangguh jika tampil di kandangnya. Tapi kami harus berusaha tampil maksimal untuk memenuhi target," kata Bambang dihubungi wartawan, Kamis (26/3).

[+/-] Selengkapnya...

22 Maret 2009

Siapa takut tur Papua ???


Cyber News : Setelah ada wacana pemberangkatan tim minimalis dgn pemain cadangan saja yg diberangkatkan, maka Sabtu pagi ini setelah ada pertemuan antara management yg diwakili oleh Ari Wibowo dan Setyo Agung Nugroho dgn pelatih Bambang Nurdiansyah, disepakati point2 sbb;

Jumlah rombongan disepakati 20 orang, dgn rincian 15 pemain dan 5 offical. Pemain terdiri atas 2 kiper dan 13 pemain. Dan yg paling penting, yg diberangkatkan bukan pemain cadangan dengan asumsi melepas tur away Papua yg biayanya diatas 200 jt tsb, tetapi adalah PEMAIN INTI minus Hery Susilo dan Hendro Siswanto yg harus mengikuti TC Sea Games.

Keputusan ini didasari atas pertimbangan bahwa mengalah sebelum bertanding adalah mengingkari hakikat olahraga dan sportivitas itu sendiri. Jadi sekecil apapun peluang PSIS di Jayapura dan Wamena, tak ada kata menyerahkan diri utk dibantai lawan, apalagi menyodorkan pemain pemain cadangan. No way. Pemain inti tetap diturunkan. Karena bola itu bundar. Di dunia ini tak ada yg absolut kecuali kekuasaan Allah SWT.

[+/-] Selengkapnya...

21 Maret 2009

Lahir dan Kembali di Tugu Muda


Cyber News : Dadakan, dan tanpa koordinasi pada malam peringatan HUT Suporter Semarang Extreme yang dilaksanakan di Tugu Muda, paru-parunya Kota Semarang. Puluhan SNEXER bergabung di malam itu, untuk melakukan refreksi diri dan organisasi yang telah berusia 4 tahun, usia yang sangat muda dalam persuporteran di Indonesia. Namun militansi dalam mendukung total PSIS SEMARANG tidak diragukan lagi, dan terdengar sampai di luar pulau JAWA.

Malam itu pula, bertemulah kembali 2 duo snexer yang cukup lama terpisah, yakni Edi Purwanto (Boss Edy) dan Agus Junianto (Ban Jun) yang pernah bahu-membahu mendirikan dan membesarkan SNEX sampai yang kita rasakan saat ini. Terpisahkan dua pendiri ini, dikarenakan adalah perbedaan pendapat, persepsi yang mendasar yang akhirnya memisahkan mereka berdua pada kongres SNEX II pada tahun 2008 silam.

Empat tahun sudah SNEX memberi warna di kancah persuporteran di Indonesia khususnya di Kota Semarang. Di Tugu Muda menjadi saksinya kembalinya snexer-snexer tangguh lainnya yang lelah berjuang dengan segala aktifitas kehidupan yang dilalui sehari-hari. Tugu Muda ibarat rumah yang indah dan nyaman, SNEX terlahir disitu, tempat dimana dipanjatkan ikrar dan janji untuk setia sampai mati mendukung sepenuh hati, sepenuh jiwa menegakkan panji kebesaran PSIS SEMARANG.

Malam itu berbeda dengan malam-malam Ulang Tahun SNEX yang lalu. Suasana keprihatinan sangat terasa, seiring dengan badai yang menggempur PSIS dari berbagai posisi. Minim prestasi dan keuangan yang kembang-kempis, menjadi luka di tubuh Suporter Semarang Extreme yang sangat mencintai klub kebanggaan kota Semarang. Duka juga dengan ditundanya partai kandang, disebabkan dengan larangan Kapolda untuk menyelenggarakan even sepakbola pada masa kampanye.

Acara HUT yang biasanya hingar-bingar hura-hura, kali ini momen 4 tahun menjadi ajang refleksi diri. Beberapa Snexer yang hadir bahkan menyampaikan uneg-uneg langsung di hadapan Boss Edy dan Sekum Pak Dwi, yang hadir pada malam itu. Sorotan yang sering dikeluhkan para anggotanya adalah belum adanya kantor sekretariat, pembuatan KTA nisasi, pembenahan seni kreasi dan korlap.

Selain itu ungkapan boss Edy yang menyatakan bahwa perbedaan di tubuh SNEX harus disikapi dengan bijak, hal ini ditimpali oleh Bang Jun dengan arif pula. Pesan Bang Jun untuk Boss Edy sang ketua Umum untuk mengedepankan organisasi dari pada kepentingan pribadi. Perlu diketahui bahwa boss Edy maju menjadi Calon Legislatif 2009. Inilah yang disorot Bang Jun dan teman-teman Snexer yang mengingingkan SNEX harus berdiri netral pada pemilihan caleg, dan capres.

[+/-] Selengkapnya...

19 Maret 2009

SNEX GENAP 4 TAHUN, CATATAN SEJARAH YANG HAMPIR TERLUPAKAN

HARI INI GENAP 4 TAHUN SUPORTER SEMARANG EXTREME
NYALAKANLAH API SEMANGATMU DI DADAMU...
HARI KEMARIN UNTUK HARI ESOK YANG LEBIH BAIK ...

Cyber News : SneX berdiri diawali oleh terbentuknya Komunitas Arus Bawah Suporter Semarang (KABSS), yang saat itu merupakan bagian dari kelompok suporter yang telah ada. Melalui pertemuan KABSS pada tanggal 7 Maret 2005 di Balai Kelurahan Sambirejo, Gayamsari, yang diwarnai penjaringan nama yang ketat, disepakati terbentuknya kelompok supporter baru di kota Semarang, yang diberi nama SneX (Suporter Semarang Extreme). Pada fase berikutnya, pada tanggal 20 Maret 2005 SneX di deklarasikan, yang selanjutnya hari tersebut disepakati sebagai Hari Kelahiran SneX.

Pada masa awal berdirinya SneX, tidak serta merta mencapai kesuksesan. Butuh perjuangan yang extra keras dari para pengurus saat itu, untuk sekedar menjalankan roda organisasi. Berbagai upaya dan terobosan senantiasa dilakukan demi berlangsungnya kehidupan SneX. Berbagai tekanan dari pihak luar juga tidak kalah deras menghujani keseharian para pengurus. Belum lagi jika terhalang oleh biaya, maka Pengurus pun harus memutar otak untuk dapat memenuhinya. Sehingga tidak heran jika terkadang harus ngutang sana sini untuk sekedar bisa memiliki alat musik. Ataupun harus patungan untuk sekedar beli makanan kecil untuk rapat. Akan tetapi semua itu dilakukan dengan penuh semangat dan keikhlasan, demi terbentuknya sebuah organisasi yang cita-citakan bersama.

Dengan berbekal kesederhanaan dan kebersamaan, SneX sedikit demi sedikit mulai dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya masyarakat ataupun simpatisan yang tidak hanya tertarik dan memiliki merchandise SneX, tetapi juga berkeinginan untuk bergabung dengan SneX sebagai anggota, baik secara pribadi maupun kelompok. Dalam tahun pertama SneX berdiri dapat terjual sekitar 3.000 merchandise resmi SneX, belum termasuk merchandise yang dijual bebas oleh para pedagang merchandise sepakbola.

Lagu SNEX yang Terlupakan

[+/-] Selengkapnya...

18 Maret 2009

PSIS : Kembali Lagi Menggunakan Dana APBD

Cyber News : PSIS Semarang agaknya bisa kembali bernapas lega, setelah Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menolak dana investasi kepada PT Mahesa Jenar beberapa hari yang lalu. Berdasar informasi dari Tim Telisik Snexcyber serta berbagai sumber bahwa Gubernur memberikan alternatif pembiayaan PSIS Semarang melalui APBD lewat lembaga semi pemerintah.

Dana tersebut nantinya akan dikelola dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan persepakbolaan Kota Semarang, PSIS. Dengan adanya kucuran dana APBD lagi diharapkan prestasi dan animo masyarakat pencinta PSIS kembali bergairah, termasuk semua elemen suporter, pendukung dan pencinta Sang Mahesa Jenar di seluruh pelosok negeri.

Bagaimana prosesnya serta kesepakatan antara anggota dewan, pemerintah serta lembaga yang ditunjuk kita tunggu saja berita selanjutnya. Yang jelas dana yang diperoleh dari rakyat nantinya dapat dipertanggungjawabkan oleh penerimanya, serta dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan prestasi PSIS dan tidak tergantung lagi kepada APBD.

Pertanyaan, siapakah yang menerima uang tersebut PT Mahesa Jenar (PT MJ), atau pihak lain ?? Tim Telisik Snexcyber masih berusaha mencari informasi di kalangan dewan, dan gubernuran.

Sejak PSIS masih kandas di dasar kompetisi, beberapa rekan Snexer yang peduli atas PSIS dan pro dan kontra PT MJ, melakukan beberapa rapat yang sangat melelahkan sampai tengah malam. Beberapa hasil rapat tersebut yakni keinginan dari suporter untuk melakukan audiensi dengan pihak PT MJ, anggota Dewan atau tokoh bola Semarang yang peduli dengan PSIS.

Yang masih membingungkan dan menjadi pertanyaan adalah proses akuisisi PSIS Semarang yang notabene adalah milik dari klub-klub Kota Semarang ke PT MJ. Padahal perjuangan klub-klub untuk memperjuangan PSIS menjadi tim yang di segani di Indonesia tidak mudah. Menurut sejarah PSIS memiliki perjalanan yang panjang sejak tahun 1911, 1926, 1928, 1930 dan berdirinya PSIS tahun 1932 [baca disini], dari sejarah yang panjang ini, PSIS pernah mengalami mencicipi manisnya Juara Perserikatan dan Liga Indonesia.

[+/-] Selengkapnya...

17 Maret 2009

"Tur Maut", Konsentrasi atau Lepas.....

Salah Satu Pengais Rejeki di Jatidiri Semarang "Pasrah",
Masa Kampanye Kapolda Jateng Tidak Memberikan izin.
Semua Pertandingan Kandang dipindahkan ke Jawa Timur


Cyber News : Meski ada larangan pertandingan sepakbola dari Polda Jateng, selama masa kampanye dan pemilu. Skuad Mahesa Jenar tetap bertanding. Namun tempat pertandingannya bukan di Jateng melainkan di Papua, dalam partai tandang menghadapi Persipura (28/3) dan Persiwa (1/4).

"Kini, konsentrasi kami untuk melawan Persipura dan Persiwa. Dipastikan, dua pertandingan tersebut bisa digelar sesuai jadwal semula. Polisi setempat sudah mengizinkan dan bahkan sudah dikantongi panpel," terang Manajer Operasional Ari Wibowo, yang mewakili PSIS mengikuti pertemuan dengan Ketua Umum PSSI dan BLI di Surabaya kemarin.

Pada partai konsentrasi, setidaknya PSIS akan menjalani tiga pertandingan lain. Yaitu melawan Persib Bandung, Persela Lamongan dan partai ulangan dengan Persijap Jepara. "BLI menerapkan sistem ini agar kompetisi bisa selesai sesuai jadwal ulang. Ada tim yang meminta kompetisi diberhentikan, namun ditolak oleh Ketua Umum Nurdin Halid," terangnya.

Selanjutnya, tambah Ari, semua pertandingan itu akan dikonsentrasikan di Jawa Timur. Yaitu di Lamongan, Sidoarjo, Malang dan Kediri antara 14 April hingga 5 Mei mendatang.

Untuk biaya panpel, kata Ari, akan ditanggung sepenuhnya oleh BLI dan pemasukan dari tiket juga menjadi hak penuh BLI. Namun tim yang notabene sebagai tuan rumah akan mendapatan fee sebanyak Rp 75 juta tiap pertandingan. Jika partai tersebut disiarkan langsung oleh ANTV, maka PSIS berhak atas uang hak siar sebanyak Rp 15 juta setiap pertandingan sore dan Rp 30 juta untuk pertandingan malam. "Hanya saja, sudah pasti PSIS harus mengeluarkan biaya trasnportasi dan akomodasi selama di Jawa Timur," bebernya

Sementara itu, manajer teknik Setyo Agung Nugroho mengatakan, terkait dengan adanya perubahan jadwal, pihaknya berencana akan merubah program latihan. Sebetulnya usai melawan Persitara Sabtu (14/3) lalu, anak-anak PSIS akan diliburkan latihan selama seminggu.

[+/-] Selengkapnya...

14 Maret 2009

KEMENANGAN BERHARGA

Cyber News : Tuan rumah PSIS akhirnya berhasil memetik angka penuh setelah mengalahkan tamunya Persitara Jakarta Utara, 1-0 pada laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) putaran kedua di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (14/3) petang.

Kemenangan ini merupakan pertama kali dalam tujuh pertandingan yang dimainkan tim asuhan pelatih Bambang Nurdiansyah pada putaran kedua, karena empat di antaranya berakhir dengan hasil imbang dan dua kali kalah.

Pertandingan PSIS melawan Persitara yang disaksikan sekitar 10 ribu penonton tersebut berlangsung monoton apalagi kondisi lapangan basah akibat hujan yang turun sebelum pertandingan.

[+/-] Selengkapnya...

13 Maret 2009

Maksimalkan Pertandingan Kandang

Snex Siap Memberi Dukungan Langsung di Jatidiri

Cyber News : Menurut Manajer Tim PSIS Setyo Agung Nugroho, laga melawan Persitara memiliki arti penting bagi timnya. Anak-anak Semarang harus mampu memanfaatkan enam laga kandang tersisa untuk meraih kemenangan. Jika tidak, tim berjuluk Mahesa Jenar ini akan sulit lolos dari jeratan degradasi. ”Meski partai ini sangat krusial, kami meminta para pemain tak terbebani dan tampil lepas,” kata Agung.

Meski dalam laga besok tiga pilarnya tidak tampil, Agung tetap optimistis pasukannya mampu meraih hasil maksimal. Dalam laga tersebut, PSIS bakal berlaga tanpa Basile Jules Onambele, Heri Susilo dan Ferry Ariawan. Ketiganya absen lantaran terkena akumulasi kartu kuning.

Sementara di kubu Persitara, kondisi kurang kondusif menyelimuti laskar Si Pitung. Hal ini disebabkan karena Rahmat rivai dkk kembang-kempis karena belum mengantongi gaji bulan Februari. Menurut Asisten Pelatih Persitara Dadang Iskandar, Manajemen Persitara memang sudah kehabisan uang dan masih berupaya mencari talangan untuk menutupi kekurangan gaji tersebut.

[+/-] Selengkapnya...

12 Maret 2009

Gubernur Jawa Tengah : UANG BUKAN UNTUK BAL-BALAN

Cyber News : Isyarat Gubernur Bibit Waluyo menolak penyertaan modal bagi PSIS melalui PT Mahesa Jenar (MJ) ternyata terbukti. Ia terang-terangan meminta kepada Pemkot Semarang agar dana Rp 20 miliar bisa dialihkan untuk kepentingan rakyat.

Penegasan tersebut dilontarkannya menjawab desas-desus kalau orang nomor satu di Jateng itu memahami kebijakan Pemkot dengan dikuatkan keputusan DPRD Kota Semarang.

’’Siapa yang setuju soal itu. Saya tegaskan menolak. Jelas tho! Itu uang rakyat bukan untuk klub bal-balan,’’ kata dia, Rabu (11/3), usai mengikuti kegiatan Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu 2009 (Tahap Inti) di Jl Pahlawan.

Menurut dia, kalau memang PSIS membutuhkan dana sebaiknya mencari sumber sendiri dengan tidak menggunakan dana APBD. Karena pengalokasian APBD sudah ada aturan yang jelas. ’’Tidak ada urusan antara PT (Mahesa Jenar-Red) dengan Pemda. Saya sendiri bingung, kenapa Pemkot bisa mengalokasikan anggarannya ke PT itu,’’ lanjutnya.

Penolakan itu tentunya akan melalui mekanisme evaluasi RAPBD 2009. Setiap gubernur memiliki hak penuh untuk mengevaluasi RAPBD yang diajukan oleh kabupaten/kota. Oleh karena itu, nomenklatur penyertaan modal dalam rancangan anggaran tersebut sudah barang tentu akan dicoret.

Semarang Lambat

Bibit sendiri dalam sebuah kesempatan berbeda menyatakan, bahwa Kota Semarang membutuhkan perhatian penuh. Ia melihat sebagai ibukota provinsi perkembangannya lambat.

Dicontohkannya seperti penanganan banjir, meski sudah ada upaya tetapi masih dirasa belum optimal. ’’Makanya alokasi APBD benar-benar untuk rakyat. Daerahnya saja sering kena banjir, la kok ada alokasi yang bukan-bukan,’’ sindirnya.

Akan Dikawal

[+/-] Selengkapnya...

11 Maret 2009

Carut Marut Sepakbola Kita

Cyber News : Inilah memang cermin wajah liga Sepakbola Indonesia. Banyak faktor yang yang menghambat laju prestasi dan profesionalisme persepakbolaan di Indonesia, salah satunya adalah tidak menentunya kompetisi bola di negeri ini. Dengan suhu perpolitikan di Indonesia yang naik turun berdampak besar berlangsungnya kompetisi sepakbola dari amatir sampai profesional (ISL).

Yah.... dengan kondisi yang tidak menentu inilah menjadi sebab prestasi yang seperti di sebutkan diatas. Selain sering berubahnya jadwal kompetisi juga beberapa sanksi yang memberatkan dari Komdis, perbuatan suporter yang bertindak anarkis, kerusuhan menjadi momok yang menakutkan bagi klub-klub yang ikut serta dalam liga sepakbola dari level atas sampai bawah.

PSIS adalah salah satu korbannya, sehingga manajemen PSIS berharap sisa laga kandangnya di Djarum ISL 2008/2009 bisa dilalui di stadion Jatidiri Semarang, dengan jadwal yang tidak berubah. Namun PSIS tetap akan menghormati keputusan Badan Liga Indonesia (BLI) maupun pihak pemberi izin keamanan, terkait menggelar pertandingan di masa kampanye pemilu.

''Kami akan hormati dan mengikuti dari BLI. Kami juga siap menuruti apapun keputusan Kapolda. Tapi bagaimanapun kita berharap tempat dan jadwal tidak berubah,'' kata Manajer Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho, Selasa (10/3). Sebab, lanjut Agung, bila jadwal mundur, apalagi pertandingan digelar di luar Jawa Tengah, akan berdampak pada membengkaknya pengeluaran PSIS.

Seperti diketahui BLI berusaha melakukan pendekatan dengan sejumlah Polda di tanah air. Hasilnya badan pelaksana regulasi kompetisi non-amatir di tanah air ini mengklaim telah mengantongi izin dari Polda Jawa Timur. Sedangkan di Jateng, ada sinyal tidak boleh ada pertandingan saat maasa kampanye, meski belum ada putusan resmi dari Kapolda Jateng.

PSIS sendiri mempunyai beberapa pertandingan saat kampanye yang digelar home. Pertengahan bulan Maret tepatnya 21 Maret PSIS akan menjamu Persib (Bandung) dan 4 April akan melawan Persija (Jakarta).

PSSI Upayakan Kompetisi Terus

[+/-] Selengkapnya...

08 Maret 2009

Deltras Menang, PSIS Menempati Dasar Klasemen Sementara

Cyber News : Deltras Sidoarjo melepaskan diri dari posiszona degradasi, setelah memetik kemenangan 2-1 atas tamunya PSIS Semarang pada pertandingan Liga Super Indonesia di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (7/3).

Kemenangan itu merupakan kemenangan beruntun yang kedua di kandang sendiri dalam sepekan. Sebelumnya, Deltras juga menang 2-1 atas Pelita Jaya.

"Pertandingan itu sangat berat karena kami bermain tidak dengan tim yang utuh. Kami bersyukur bisa meraih kemenangan," kata pelatih Deltras, Mohammad Zein Alhadad setelah pertandingan.

Seperti laga lawan Pelita Jaya, tuan rumah Deltras tertinggal lebih dulu melalui gol Basile Onambile saat laga baru berjalan 12 menit. Deltras mampu bangkit dan membalikkan keadaan dengan mencetak dua gol pada menit ke-31 lewat tendangan jarak jauh pemain asal Brasil, Junior, dan M Khusen pada tiga menit berselang.

[+/-] Selengkapnya...

05 Maret 2009

Surat Terbuka untuk Gubernur Jateng

Menyikapi polemik soal layak tidaknya penyertaan modal Pemkot Semarang ke PT. Mahesa Jenar (PT. MJ), dimana saat ini RAPBD sedang dimasukkan ke Gubernur untuk dievaluasi, maka secara terbuka saya mengirimkan surat ini untuk pak Bibit Waluyo tercinta, yang kami percayai mampu memimpin rakyat Jawa Tengah secara arif dan bijaksana.

[+/-] Selengkapnya...

04 Maret 2009

VIDEO RICUH SEPAKBOLA






Cuplikan Ricuh di Lapangan Sepakbola
Antar wasit Yandri dengan official PSM Feisal Manaing
Waktu PSIS Semarang menjamu PSM Maksssar di Stadion Jatidiri
pada putaran pertama tempo lalu





[+/-] Selengkapnya...

02 Maret 2009

tags : soccer, live score, football, stadium, fans, supporters, referee, soccer style, soccer player, team, goal

01 Maret 2009

Mahesa Jenar Gagal Menjinakkan Ayam Jantan

Cyber News : Tuan rumah PSM Makassar menang tipis 1-0 atas PSIS Semarang dalam pertandingan Indonesia League Super di Stadion Mattoanging Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (1/3) malam. Gol tunggal tim "Ayam Jantan dari Timur" lahir dari titik putih melalui Claudio Pronetto, yang tadinya sempat diragukan bakal tampil.

Gol tersebut bermula dari serangan yang dibangun PSM dari sayap kanan. Irsyad Aras yang tengah membawa bola di jantung pertahanan PSIS dijatuhkan oleh salah satu pemain belakang lawan. Wasit Najamuddin Aspiran langsung menunjuk titik putih di depan gawang PSIS. Kendati mendapat protes dari pemain PSIS, wasit tetap pada pendiriannya. Pertandingan antara PSM-PSIS berlangsung dalam tensi tinggi. Wasit mengeluarkan beberapa kartu kuning.

Pemain PSM, Claudio Pronetto, merayakan gol yang dicetaknya
melalui titik penalti saat menghadapi Persita Tangerang
di Stadion Mattoanging Andi Mattalatta, Makassar, Sabtu (7/2) malam.
Pada pertandingan melawan PSIS, Minggu (1/3), Pronetto juga mencetak gol.


Tugas sebagai algojo bagi tim PSM, yang biasanya diemban oleh Julio Lopez, kali ini dilimpahkan pada Pronetto. Sontekan Pronetto menggetarkan gawang PSIS, yang dikawal oleh Basuki. Basuki telanjur meloncat ke kanan, sementara bola mengarah ke sisi kirinya.

[+/-] Selengkapnya...

Lopez mandul, PSM amburadul.


Update Beberapa Menit yang lalu dari Ponsel Ari Wibowo
Langsung dari Stadion Mattoangin (Facebook)


Saat ini kami sdh siap tempur di Makassar. Semua pemain dlm keadaan fit. Gak ada yg mabuk coto makasar, sop konro, atau es pisang ijo. Paling cuma mabuk pisang epe yg dijual di pantai Losari Makassar. Enak tenan lho ...

Kami main 4-4-2 dgn agak defense, tapi bukan berarti tidak menyerang. Tetap disiapkan counter attack yg akan dilancarkan saat PSM frustasi. Tenang saja, dgn absennya Proneto, lini depan PSM agak mandul. Yg diandalkan paling cuma Lopez, yg sepanjang sejarah dia main di Indonesia, belum pernah cetak gol ke gawang PSIS. Termasuk juga sore ini. Percayalah .. sore ini Lopez bakal mandul, dan PSM amburadul.

Tergantung PSIS, bisa memanfaatkan kondisi ini atau malah ikut amburadul.
Tanpa siaran langsung, faktor non teknis mungkin bisa aja jadi potensi ancaman. Tapi jika tim kita bisa main safe, gak mungkin dikerjain wasit.

[+/-] Selengkapnya...

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP