Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri sejarah psis. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri sejarah psis. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

23 Februari 2010

Biodata Miro Baldo Bento - PSIS

Biodata Miro
Nama : Miro Baldo Bento de Araujo
Lahir : Timor Leste, 4 Juni 1975
Timnas : Membela Timnas Timor Leste sejak 2005

Karier Klub
1992-1998 : Persija Jakarta
1999-2002 : PSM Makassar
2003 : Perseden Denpasar (Bali Persegi FC)
2004-2005 : Persijap Jepara
2006 : Persmin Minahasa
2007 : Persela Lamongan
2008-2009 : vakum
2010 : PSIS Semarang

JIKA Anda melihat Miro Baldo Bento secara sepintas saja, maka kesan yang datang adalah sangar. Tapi bila kita telah dekat dan bercengkerama, maka Miro adalah pribadi yang hangat.


Dipinang saat kompetisi telah bergulir deras, Miro langsung bersenyawa. Sejauh ini ia belum memberi kontribusi, tapi percayalah ia bakal mengerahkan segenap tenaga dan pikirannya untuk Mahesa Jenar.

Pernah melanglangbuana ke beragam klub, Miro sempat dipercaya pelatih Raja Isa untuk meracik Persidam Raja Ampat Junior, di Papua, kisaran Juni tahun lalu. Persidam membutuhkan sosok berpengalaman seperti dirinya. Kontribusi dan pengalamannya di Liga Indonesia diyakini mampu memberikan suntikan moral bagi anak asuhnya.

Tapi itu tak lama. Rumput lapangan memanggilnya kembali untuk beraksi. Nasib mengantarnya menuju Semarang, dan kini ia memakai kostum PSIS. Ia akan menjadi bagian dari sejarah Semarang andai PSIS promosi ke super liga. Selamat berkarya, Miro. (rief/harsem)

link : http://hariansemarangbanget.blogspot.com/2010/02/miro-baldo-bento-de-arujo.html

[+/-] Selengkapnya...

19 Maret 2009

SNEX GENAP 4 TAHUN, CATATAN SEJARAH YANG HAMPIR TERLUPAKAN

HARI INI GENAP 4 TAHUN SUPORTER SEMARANG EXTREME
NYALAKANLAH API SEMANGATMU DI DADAMU...
HARI KEMARIN UNTUK HARI ESOK YANG LEBIH BAIK ...

Cyber News : SneX berdiri diawali oleh terbentuknya Komunitas Arus Bawah Suporter Semarang (KABSS), yang saat itu merupakan bagian dari kelompok suporter yang telah ada. Melalui pertemuan KABSS pada tanggal 7 Maret 2005 di Balai Kelurahan Sambirejo, Gayamsari, yang diwarnai penjaringan nama yang ketat, disepakati terbentuknya kelompok supporter baru di kota Semarang, yang diberi nama SneX (Suporter Semarang Extreme). Pada fase berikutnya, pada tanggal 20 Maret 2005 SneX di deklarasikan, yang selanjutnya hari tersebut disepakati sebagai Hari Kelahiran SneX.

Pada masa awal berdirinya SneX, tidak serta merta mencapai kesuksesan. Butuh perjuangan yang extra keras dari para pengurus saat itu, untuk sekedar menjalankan roda organisasi. Berbagai upaya dan terobosan senantiasa dilakukan demi berlangsungnya kehidupan SneX. Berbagai tekanan dari pihak luar juga tidak kalah deras menghujani keseharian para pengurus. Belum lagi jika terhalang oleh biaya, maka Pengurus pun harus memutar otak untuk dapat memenuhinya. Sehingga tidak heran jika terkadang harus ngutang sana sini untuk sekedar bisa memiliki alat musik. Ataupun harus patungan untuk sekedar beli makanan kecil untuk rapat. Akan tetapi semua itu dilakukan dengan penuh semangat dan keikhlasan, demi terbentuknya sebuah organisasi yang cita-citakan bersama.

Dengan berbekal kesederhanaan dan kebersamaan, SneX sedikit demi sedikit mulai dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya masyarakat ataupun simpatisan yang tidak hanya tertarik dan memiliki merchandise SneX, tetapi juga berkeinginan untuk bergabung dengan SneX sebagai anggota, baik secara pribadi maupun kelompok. Dalam tahun pertama SneX berdiri dapat terjual sekitar 3.000 merchandise resmi SneX, belum termasuk merchandise yang dijual bebas oleh para pedagang merchandise sepakbola.

Lagu SNEX yang Terlupakan

Berawal dari 150-an orang, dan SneX saat ini telah memiliki anggota dan simpatisan mencapai belasan ribu orang, dengan anggota resmi dan memiliki KTA (Kartu Tanda Anggota) berjumlah 4000 orang, belum termasuk simpatisan yang jumlahnya bisa mencapai 15.000 orang tersebar di seluruh Indonesia. Suatu perkembangan yang cukup pesat bagi sebuah organisasi supporter yang telah genap berusia empat tahun. Sebuah pencapaian yang tidak disangka sebelumnya, baik oleh pengurus, ataupun masyarakat. Suatu kondisi yang membuat Pengurus dan Manajemen bersimpati dan akhirnya mengakui keberadaan SneX sebagai elemen suporter di Semarang.


LAGU AWAL SNEX.... YANG TERLUPAKAN.....

Judul : none
Pencipta : NN

Semarang PSIS Pasti Menang..
PSIS Pastilah Juara.. 2x
SNEX MANIA, SNEX MANIA
PSIS Pastilah Juara...
SEMARANG EXTREME, SEMARANG EXTREME
PSIS Pastilah Juara...

[+/-] Selengkapnya...

18 Maret 2009

PSIS : Kembali Lagi Menggunakan Dana APBD

Cyber News : PSIS Semarang agaknya bisa kembali bernapas lega, setelah Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menolak dana investasi kepada PT Mahesa Jenar beberapa hari yang lalu. Berdasar informasi dari Tim Telisik Snexcyber serta berbagai sumber bahwa Gubernur memberikan alternatif pembiayaan PSIS Semarang melalui APBD lewat lembaga semi pemerintah.

Dana tersebut nantinya akan dikelola dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan persepakbolaan Kota Semarang, PSIS. Dengan adanya kucuran dana APBD lagi diharapkan prestasi dan animo masyarakat pencinta PSIS kembali bergairah, termasuk semua elemen suporter, pendukung dan pencinta Sang Mahesa Jenar di seluruh pelosok negeri.

Bagaimana prosesnya serta kesepakatan antara anggota dewan, pemerintah serta lembaga yang ditunjuk kita tunggu saja berita selanjutnya. Yang jelas dana yang diperoleh dari rakyat nantinya dapat dipertanggungjawabkan oleh penerimanya, serta dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan prestasi PSIS dan tidak tergantung lagi kepada APBD.

Pertanyaan, siapakah yang menerima uang tersebut PT Mahesa Jenar (PT MJ), atau pihak lain ?? Tim Telisik Snexcyber masih berusaha mencari informasi di kalangan dewan, dan gubernuran.

Sejak PSIS masih kandas di dasar kompetisi, beberapa rekan Snexer yang peduli atas PSIS dan pro dan kontra PT MJ, melakukan beberapa rapat yang sangat melelahkan sampai tengah malam. Beberapa hasil rapat tersebut yakni keinginan dari suporter untuk melakukan audiensi dengan pihak PT MJ, anggota Dewan atau tokoh bola Semarang yang peduli dengan PSIS.

Yang masih membingungkan dan menjadi pertanyaan adalah proses akuisisi PSIS Semarang yang notabene adalah milik dari klub-klub Kota Semarang ke PT MJ. Padahal perjuangan klub-klub untuk memperjuangan PSIS menjadi tim yang di segani di Indonesia tidak mudah. Menurut sejarah PSIS memiliki perjalanan yang panjang sejak tahun 1911, 1926, 1928, 1930 dan berdirinya PSIS tahun 1932 [baca disini], dari sejarah yang panjang ini, PSIS pernah mengalami mencicipi manisnya Juara Perserikatan dan Liga Indonesia.


Dengan bergulirnya, Indonesia Super Liga, menurut ketentuan yang dikeluarkan oleh BLI setiap klub yang berkompetisi di Liga Super harus profesional dengan membentuk badan hukum. Maka berdirilah PT. Mahesa Jenar (PT. MJ), dengan porsi 75 % milik swasta, dan 25 % milik pendiri klub-klub PSIS. Rentang sejarah panjang sejak tahun 1911-2009, klub-klub tersebut hanya dihargai dengan 750 juta. Pemberian saham sebesar 25% merupakan goodwill alias pemberian cuman-cuman dari swasta. Padahal klub-klub tersebut memiliki andil besar yang menjadikan PSIS nama besar di kancah sepakbola nasional. Seharusnya goodwill yang diberikan minimal 51%, sehingga PSIS tetap berada di Semarang dan wacara untuk menjual PSIS ke pihak luar tidak perlu terjadi. Seharusnya masyarakat juga dilibatkan dalam pembelian saham, tapi entahlah...

Bravo sepakbola Semarang...Bravo PSIS...Salam rewormasi...

[+/-] Selengkapnya...

01 Maret 2009

Lopez mandul, PSM amburadul.


Update Beberapa Menit yang lalu dari Ponsel Ari Wibowo
Langsung dari Stadion Mattoangin (Facebook)


Saat ini kami sdh siap tempur di Makassar. Semua pemain dlm keadaan fit. Gak ada yg mabuk coto makasar, sop konro, atau es pisang ijo. Paling cuma mabuk pisang epe yg dijual di pantai Losari Makassar. Enak tenan lho ...

Kami main 4-4-2 dgn agak defense, tapi bukan berarti tidak menyerang. Tetap disiapkan counter attack yg akan dilancarkan saat PSM frustasi. Tenang saja, dgn absennya Proneto, lini depan PSM agak mandul. Yg diandalkan paling cuma Lopez, yg sepanjang sejarah dia main di Indonesia, belum pernah cetak gol ke gawang PSIS. Termasuk juga sore ini. Percayalah .. sore ini Lopez bakal mandul, dan PSM amburadul.

Tergantung PSIS, bisa memanfaatkan kondisi ini atau malah ikut amburadul.
Tanpa siaran langsung, faktor non teknis mungkin bisa aja jadi potensi ancaman. Tapi jika tim kita bisa main safe, gak mungkin dikerjain wasit.


Mari berdoa buat tim kesayangan kita. Bravo PSIS!

[+/-] Selengkapnya...

22 Februari 2009

SAVE PSIS SEMARANG


Cyber News : Kondisi terbaru dari PSIS Semarang adalah krisis keuangan. Krisis keuangan merupakan momok yang sangat menakutkan bagi klub ini yang berjalan tanpa kucuran dana dari APBD. Disatu sisi klub-klub lainnya bergelimang harta dan boros pembelanjaan budget kebutuhan tim, di pihak Semarang uang merupakan dewa penyelamat untuk terus bertahan sampai kompetisi ISL berakhir. Wacana penggantian striker beberapa hari yang lalu Nnengue Bienveno dengan Samdee Garmojay akhirnya batal dikarenakan alokasi dana yang ada diprioritaskan untuk membayar gaji pemain yang telat bulan Januari 2009.

Inilah problema terbesar PSIS Semarang saat ini. Mungkin dalam sejarah persepakbolaan kita, inilah fase terparah faktual. Kita akan menjadi saksi dari sejarah perjalanan PSIS Semarang. Mungkinkah nama besar PSIS akan tinggal nama ?, setelah deraan krisis keuangan kian hebat.. apakah PSIS harus keluar dari Semarang dan menjadi milik daerah/pengusaha kaya ?? Sanggupkah kita sebagai fans fanatik dengan rela melepasnya ??

Sekedar gambaran, gaji bulanan (Januari) untuk pemain dan official tim sampai sekarang belum dibayarkan. Rencananya akan dibayar pada tanggal 25 Februari besok dan atau sebelum berangkat away ke Makasar, (PSM, 1/3) dan (DELTRAS 7/1).Managemen sekarang sedang menyiapkan dana away ke Makasar dan Sidoharjo yg ditaksir kisaran 100 - 150 jutaan. Belum lagi lawatan ke tanah Papua melawan Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena, pasukan Bambang Nurdiansyah itu membutuhkan dana Rp 400 juta. Padahal dana operasional bulanan bisa mencapai Rp. 235 juta. Dana itu untuk biaya gaji pemain dan ofisial tim yang berjumlah Rp 185 juta ditambah biaya operasional rutin seperti konsumsi, obat-obatan, sewa mobil, dan fasilitas pemain yang berjumlah Rp 50 juta. Dana tersebut belum termasuk dana away dan bonus yang seperti disebutkan diatas.


Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, selain itu kasus Alex Daniel (mantan pemain Asing PSIS pada putaran pertama), sedang ditangani PSSI. Ini karena Alex menuntut ke FIFA dan PSSI, sehingga keluarlah keputusan ini. Rinciannya, gaji Alex 20 juta x 7 bulan = 140 juta, dan denda 50 juta. Sekedar info, dulu saat dipecat Alex hanya disangoni 1 bulan, Meski sebenarnya ada klausul sakti yang menyebutkan kalau pemain tampil NON PERFORMANCE bisa dipecat hanya dengan 1 kali gaji sebagai pesangon. Andaikata kasus ini tidak dibayar, PSSI akan menindak PSIS dengan sanksi pengurangan 3 point.

Jalan satu-satunya menyelamatkan asset terpenting Kota Semarang dan Jawa Tengah adalah dengan berharap agar DPRD Kota Semarang menyetujui penyertaan modal yang diajukan PT Mahesa Jenar sebesar Rp 20 miliar untuk kelanjutan tim ini pada masa mendatang. Dengan sistem penyertaan modal tersebut uang sebesar Rp 20 miliar tidak akan hilang. Namun akan dikembangkan lagi melalui usaha untuk membiayai PSIS. Usaha penyelamatan ini akan menemui padas keras dari DPRD Kota Semarang yang masih 'aras-arasan' untuk membantu tim tercinta kita ini. (snexcyber)

SAVE PSIS SEMARANG !!!

[+/-] Selengkapnya...

12 Februari 2009

Suporter Persijap Diimbau Tak Datang

Cyber News : Suporter Persijap diimbau tidak datang ke Stadion Jatidiri untuk mendukung Evaldo Silva dkk menghadapi PSIS pada Minggu mendatang (15/2). Hal itu ditegaskan Panitia Pelaksana (panpel) pertandingan setelah berkoordinasi dengan pihak keamanan.

”Pihak keamanan tidak mengizinkan suporter Jepara datang. Namun, kalau mereka datang tanpa atribut, tidak masalah,” terang Ketua Panpel Wahyu Winarto.

Pria yang akrab disapa Liluk ini mengaku, pada Selasa (10/2) lalu pihaknya diundang oleh satuan intel Polwiltabes Kota Semarang untuk dimintai keterangan terkait persiapan yang dilakukan. Setelah menjelaskan sejarah pertemuan kedua tim selama ini, pihak keamanan memutuskan melarang suporter tamu ke Semarang. ”Langkah tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Karenanya, kami diminta melarang kedatangan suporter Persijap,” tambahnya.

Hari ini pihaknya akan mengirim surat resmi kepada manajemen Persijap. Dia berharap surat yang berisi imbauan tersebut dapat diteruskan kepada kelompok suporter mereka yang tergabung dalam Jetman dan Banaspati.

Upaya antispasi lain yang dilakukan adalah menambah jumlah aparat keamanan. Dari hasil pertemuan dengan bagian operasional Polwiltabes, disepakati ada penambahan personel. Penambahan juga dilakukan dengan menempatkan petugas selain aparat kepolisian. ”Kami belum memastikan berapa jumlahnya, tapi diperkirakan dua kali lipat dari sebelumnya,” kata Liluk.

Lembaran Baru


Pada laga sebelumnya saat menjamu Persita, Minggu (25/1) lalu, pihaknya menyiagakan 100 personel keamanan. Mereka terdiri dari 60 aparat kepolisian sementara sisanya dari pihak internal.

Ketua Umum Snex Edy Purwanto menyatakan pihaknya tidak memendam dendam kepada suporter Persijap. Bahkan, secara organisasi menerima kedatangan mereka. Namun, karena aparat keamanan melarang kedatangan suporter tamu, Snex tidak bisa berbuat apa-apa.

”Snex tidak masalah suporter Persijap datang. Pengurus sudah mengimbau kepada anggota agar melupakan masa lalu dan membuka lembaran baru hubungan dengan mereka. Tapi, pihak keamanan melarang. Kami harus bagaimana lagi?”

Pada pertandingan nanti, Edy meminta anggotanya tidak mengucapkan yel-yel ejekan kepada tim tamu. Pengalaman mengejek Julio Lopez saat bertanding di Stadion Jatidiri yang berbuah sanksi, harus dijadikan pelajaran berharga.
”Kalau kembali dijatuhi sanksi, yang rugi tidak hanya suporter. Tapi juga PSIS. Kami tidak mengingankan hal itu terulang lagi. Karenanya, suporter harus lebih dewasa,” tandasnya.

Setelah libur sehari usai memainkan tiga laga tandang. Kemarin Onambele dkk memulai latihan. Pagi hari mereka melakukan relaksasi di kolam renang Kampoeng Semawis sedangkan sorenya berlatih di Stadion Jatidiri. (SM)

[+/-] Selengkapnya...

12 November 2008

(4) PROFIL : Ajang Adu Kreasi Suporter Bola Semarang

.:: FLASHBACK 2005 ::.

SNEX_CYBER : Komunitas Pinggir Rel yang terletak di Jalan Indraprasta sebelumnya merupakan tempat diskusi panjang dan melelahkan. Didepan Bakso Petruk inilah cikal bakal adanya SNEX atau disebut Suporter Semarang Extreme lahir. Ditempat inipula intimidasi dan pengusiran paksa dari oknum tak bertanggungjawab kepada para pendiri dan peletak dasar Republik SNEX. Komunitas Arus Bawah (KAB) yang terus-menerus melakukan konsolidasi dengan sekitar 24 korwil (ex Panser Biru), semakin bersemangat membentuk suporter baru di Semarang. Hijrahnya dari Bakso Petruk ke Tugu Muda membawa angin segar, akhirnya pada tanggal 20 Maret 2005 di Gedung Pertemuan Kelurahan Sambirejo, Gayamsari, mereka membentuk organisasi suporter SNEX (Suporter Semarang Extrime). Nama SNEX merupakan salah satu dari 15 nama yang diusulkan oleh teman-teman. Namun, setelah dilakukan pemilihan secara demokratis, akhirnya setuju dengan nama tersebut. Spirit Tugu Muda sangat kental sekali pada awal terbentuknya suporter militan ini, sehingga istilah sekretariat jalanan melekat pada perjalanan 1 tahun awal berdirinya SNEX, serta menjadi salah satu elemen/simbol penting di dalam logo SNEX.


(4) PROFIL : Ajang Adu Kreasi Suporter Bola Semarang

KORKEL : PINDRIKAN LOR
Sekitar 300 anggota Snex Pinggir Rel Kelurahan Pindrikan Lor Kecamatan Semarang Tengah siap menyambut gelaran ajang lomba kreatif suporter bola Semarang yang di gelar oleh Dji Sam Soe dan Jawa Pos Group. Berbagai persiapan telah dilakukan di markas besar Snex Pinggir Rel yang juga cikal bakal munculnya Snex di Kota Semarang.


Menurut Bambang Eko Komunitas Pinggir Rel yang masuk dalam Korkel Pindrikan Lor mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan berbagai macam konsep yang pastinya akan berbeda dengan korwil dan korkel Snex yang lainnya.

Tema yang diambil untuk konsep itu adalah seputar sepakbola dan pastinya yang berhubungan dengan PSIS. "Pokoknya kami sudah mempersiapkan konsep yang berhubungan dengan sepakbola, tunggu saja", ujarnya.

Markas besar Snex Pinggir Rel yang terletak di jalan Indraprasta, sejarahnya adalah tempat lahirnya Snex, dimana para sesepuh berkumpul bersama membicarakan lahirnya Snex, sehingga untuk persiapan dalam ajang lomba kreatifitas ini markas tersebut akan dipermak habis, tentunya tanpa meninggalkan sebuah sejarah dari Snex. Tempat ini bisa dibilang sejarah, karen Snex lahir dari sini, nantinya markas akan kami rubah dengan tampilan khusus," kata Bambang.

[+/-] Selengkapnya...

12 Juli 2008

Profil Lengkap PSIS Semarang


PROFIL PSIS SEMARANG




Berdiri
Alamat
Telepon
Ketua Umum
Sekretaris
Bendahara
Manajer
Pelatih
Asst. Pelatih
Dokter Tim
Stadion
Kapasitas
Suporter

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

1932
JL Ki Mangun Sarkoro No. 8, Semarang
(024) 8311365
H. Sukawi Sutarip, SH, SE
Prijo Anggoro BR, SH, M.Si
Masdiana Safitri, SH
Anis Nugroho Widharto
Bambang Nurdiansyah
Ahmad Muhariah
dr. Y.E. Sumambar, dr Dwi Yoga Yulianto
Jatidiri - Semarang
25.000 penonton
Semarang Extreme (SNEX) & Panser Biru


Sejarah Singkat

Persatuan Sepakbola Indonesia Semarang atau lebih dikenal dengan sebutan PSIS Semarang adalah sebuah tim sepakbola profesional yang berkedudukan di Kota Semarang, Jawa Tengah. Saat ini tim berjuluk Mahesa Jenar adalah salah satu kontestan Superliga 2008/09, pentas kompetisi paling bergengsi di tanah air.


Awal mula terbentuknya tim kebanggaan warga Kota Semarang ini telah ada sejak ibukota Jawa Tengah ini masih berada di bawah kekuasaan pemerintah kolonial Belanda. Di mana klub yang pertama tercatat adalah tim sepakbola UNION yang berdiri sejak 2 Juli 1911. Klub ini sendiri hanyalah sebutan bagi tim dengan nama Tionghoa Hoa Yoe Hwee Koan. Tim ini mendapatkan hak rechspersoon pada 1917 dari pemerintah kolonial.

Setelah itu bermunculan pula klub-klub sepakbola lainnya seperti Comite Kampioens- wedstrijden Tionghoa (CKTH). Pada dekade 1926 tim ini berubah nama menjadi Hwa Nan Voetbalbond (HNV). Klub ini bahkan telah melakukan pertandingan eksibisi dengan klub luar negeri asal Taiwan, Loh Hua Team Voetbalbond.

Sementara di kalangan penduduk pribumi, perkumpulan yang menonjol adalah Tots Ons Doel (TOD) yang didirikan pada 23 Mei 1928. Klub ini bermarkas di Tanggul Kalibuntang (sekarang Jl. Dr. Cipto). Dalam perjalanannya, TOD sempat berganti nama menjadi PS. Sport Stal Spieren (SSS). Klub inilah yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya PSIS Semarang, meski pada 1930 tim ini sempat berganti nama menjadi Voetbalbond Indonesia Semarang (VIS) yang berlatih di lapangan Karimata Timur.

Setelah PSSI lahir pada 19 April 1930, VIS kemudian kembali berganti nama menjadi Persatuan Sepakbola Indonesia Semarang (PSIS) yang beranggotakan klub sepakbola Romeo, PSKM, REA, MAS, PKVI, Naga, RIM, RDS dan SSS sendiri. Sebagai bentuk nasionalis, klub SSS kemudian berganti nama dalam bahasa Indonesia yang berarti, Sport Supaya Sehat, sampai sekarang.

Seperti halnya tim-tim lain di tanah air, PSIS Semarang pun memiliki pasang surut prestasi. Terlebih setelah sepakbola Indonesia memasuki era profesional pada musim kompetisi 1994/95. Puncaknya ketika terdegradasi ke divisi satu pada musim 1999/2000. Sangat ironis karena pada musim sebelumnya tampil sebagai juara. Untungnya hanya semusim berada di level kedua kompetisi sepakbola nasional, tim ini kembali ke divisi utama.

Sejak saat itu prestasi PSIS cenderung stagnan. Barulah pada musim 2006 mereka kembali bangkit dan nyaris merebut mahkota juara, setelah tampil sebagai runner-up. Namun setelah itu prestasi tim ini kembali menurun hingga akhirnya tidak mendapat tiket ke Superliga, karena hanya menempati peringkat kesepuluh. Beruntung, Persiter Ternate dan Persmin Minahasa, dua tim pemegang tiket Superliga, mundur akibat krisis finansial sehingga PSIS tampil sebagai pengganti bersama PKT Bontang.

Kiprah Di Superliga

Tampil sebagai tim pengganti membuat PSIS Semarang tidak begitu melakukan persiapan dengan baik. Terlebih karena seiring dengan itu mereka dililit masalah finansial yang cukup serius, akibat terhentinya aliran dana APBD Kota Semarang yang selama ini menopang kehidupan klub. Hal tersebut membuat sejumlah pilar andalannya hengkang ke klub lain.

Tak pelak PSIS melakukan persiapan seadannya yang berbuntut pada pemecatan pelatih Edi Paryono karena dianggap gagal mengangkat prestasi PSIS. Tugasnya pun diserahkan kepada Bambang Nurdiansyah. Masuknya mantan pelatih Arema Malang itu memang sempat mencuatkan harapan. Maklum saja karena mantan bomber timnas era 1990-an ini pernah mencatat prestasi saat membesut PSIS, ketika mengantar tim ini menempati peringkat kedua di divisi utama.

Sayang harapan itu tidak sepenuhnya bisa terealisasi. Prestasi PSIS tak juga kunjung membaik hingga menutup putaran pertama di papan bawah. Untuk sementara Idrus Gunawan dan kawan-kawan menempati posisi ke-14 dengan torehan 13 poin dari 17 pertandingan. Hasil dari tiga kali menang, empat kali seri, dan sepuluh kali kalah. Jika tidak segera melakukan pembenahan, bukan tidak mungkin tim ini terlempar dari Superliga musim depan.

Peluang Juara

Untuk tampil sebagai juara memang jauh dari harapan. Sebab PSIS tertinggal cukup jauh dengan 26 poin dari Persipura Jayapura yang menjadi pemuncak klasemen. Dibutuhkan keajaiban jika PSIS ingin tampil sebagai juara. Sebab selain harus mampu mengejar peroleh poin Mutiara Hitam, skuad tim besutan pelatih Bambang Nurdiansyah itu harus mampu menahan laju tim lain yang juga mengincar juara.

Yang paling realisitis bagi PSIS adalah bagaimana berpikir keras agar jangan sampai terdegradasi dari ajang kompetisi paling bergengsi di tanah air pada musim depan. Sebab posisi PSIS di akhir putaran pertama itu sangat rawan. Terlebih karena hanya terpaut empat poin dengan penghuni papan bawah Persitara Jakarta Utara.

Penambahan amunisi yang lebih siap tempur mutlak harus dilakukan. Itu karena skuad tim yang ada saat ini jelas jauh dari harapan. Terutama dari sektor pemain asingnya yang mestinya menjadi tumpuan bagi Mahesa Jenar dalam meraup poin, agar terhindar dari zona degradasi. Bagaimana pun, kualitas pemain impor itu minimal berada dua tingkat di atas pemain lokal. Sekiranya kualitasnya tidak jauh berbeda, maka harapan meraih prestasi jelas sulit diperoleh.

Prestasi
Perserikatan
Juara: 1986/87

Liga Indonesia (LI)
1994/95: Peringkat 13 Wilayah Timur
1995/96: Peringkat 10 Wilayah Timur
1996/97: Peringkat Enam Grup Tengah
1998/99: Juara
1999/00: Degradasi ke divisi satu
2001: Promosi ke divisi utama
2002: Peringkat ke-8 Wilayah Timur
2003: Peringkat ke-13
2004: Peringkat ke-9
2005: Peringkat ke-3
2006: Runner-up
2007: Posisi ke-10 Wilayah Barat

Indonesia Super Liga (ISL)
2008 : ?



[+/-] Selengkapnya...

28 Mei 2008

Ribut Waidi Sang Legenda PSIS

Nama Ribut Waidi menjadi fenomena pada tahun 1987 fenomenal. Pemain asal kota kecil Pati (5 Desember 1962), Jawa Tengah ini menjadi pahlawan Indonesia di SEA Games. Tampil di final melawan musuh bebuyutan Malaysia, Ribut mencetak gol tunggal yang mengantarkan Indonesia meraih emas.

video kisah Ribut Waidi.

Ribut membobol gawang Malaysia setelah berhasil mengecoh dan melewati barisan pertahanan negeri jiran itu, “Waktu itu, Herry Kiswanto memberi umpan ke kotak penalti. Bola jatuh di sekitar kaki saya yang langsung saya tendang ke gawang Malaysia” kenang Ribut.. Gol tunggal tersebut memberikan sejarah baru sepak bola Indonesia sejak pertama kali ikut SEA Games pada tahun 1977. Untuk pertama kalinya tim nasional meraih medali emas cabang sepak bola. Setelah itu, tim nasional kembali meraih medali emas di SEA Games Manila 1991. "Yang lebih menegangkan lagi, gol itu terjadi pada menit ke-15 perpanjangan waktu pertama. Waktu itu jalannya pertandingan memang sangat menegangkan," kata Ribut.


Saat itu jutaan pasang mata menyaksikan kepiawaian Ribut dalam mengolah si kulit bundar dan menyelamatkan tim nasional di depan publiknya sendiri. Ribut pun diarak mengelilingi lapangan.
Itulah kenangan yang paling tak terlupakan bagi Ribut. Saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan, jantung Ribut ikut bergetar. Ia tak kuasa menahan air mata. "Meski saya anak ndeso, saya sudah ikut memberikan yang terbaik bagi bangsa ini melalui sepak bola," kata Ribut.
Padahal, kehadiran Ribut sempat diperdebatkan. Meski mengantarkan PSIS Semarang menjadi juara Perserikatan, namun ia dinilai tak layak masuk tim nasional. Banyak yang beranggapan pemain Galatama yang rutin menjalani pertandingan setiap pekan yang lebih pantas di timnas. Namun, pelatih Sartono Anwar yang menangani PSIS saat menjadi juara Perserikatan bergeming dengan keputusannya.
Ribut memang melejit ketika PSIS menjadi juara Perserikatan 1987. Sebagai tim pendatang baru di kancah Perserikatan, PSIS mampu lolos 6 Besar yang berlangsung di Jakarta bersama PSMS Medan, Persija Jakarta Pusat, Persipura Jayapura, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya. Diarsiteki Sartono, lahirlah nama-nama yang menghiasi timnas seperti kiper FX Cahyono, Budi Wahyono, Budiawan Hendratmo, Achmad Muhariyah, Syaiful Amri, Eryono Kasiha dan Ribut sendiri.
Saat itu, semua tim yang lolos ke 6 Besar diperkuat para pemain langganan timnas. Persib misalnya memiliki Robby Darwis, Adjat Sudradjat, Yusuf Bachtiar. Namun mereka dihajar PSIS 1-0. Persija yang diperkuat Patar Tambunan, Marzuky Nyak Mad, Azhary Rangkuty, Aditya Darmadi, Tony Tanamal juga dihabisi dengan skor telak 3-0.
Lawan PSIS di Final dalam Stadion Gelora Bung Karno, Senayan adalah Persebaya yang diperkuat Budi Yohanis, Putu Yasa, Syamsul Arifin, Muharom Rosdiana, Yusuf Ekodono, Mustaqiem. Dalam final dramatis itu, tim berjuluk ‘Mahaesa Jenar’ menang tipis 1-0 lewat gol Syaiful Amri. Ribut juga dinobatkan sebagai pemain terbaik pada pertandingan itu.
Di era Ribut, PSIS juga memiliki julukan baru, yaitu jago ‘lapangan becek’. Maklum, PSIS terbiasa bermain di lapangan yang sering becek dan berkubang. Menariknya, setiap kali bermain dengan kondisi hujan dan lapangan becek, PSIS selalu menang.
Untuk mengingat jasa serta pengabdiannya kepada bangsa dan negara serta Kota Semarang, Pemerintah Kota Semarang bahkan mendirikan patung Ribut Waidi sedang menggiring bola di Jalan Karang Rejo, jalur utama menuju Stadion Jati Diri, Semarang, serta Asuransi Seumur Hidup PSSI cuman Rp 100.000 per bulan, untuk salah satu legenda besar sepakbola yang ada di Indonesia.
dirangkam berbagai sumber.
noor_muhamad@yahoo.co.id

[+/-] Selengkapnya...

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP