27 Januari 2010

Hanafing, Ditugaskan Bawa Tim ke Superliga

Snexcyber : Sejak kemarin, PSIS sudah memiliki pelatih baru. Dari beberapa kandidat, manajemen memilih Hanafing untuk menjadi arsitek Mahesa Jenar. Mantan pelatih PSM Makassar itu diberi tugas cukup berat oleh manajemen di putaran kedua Kompetisi Divisi Utama ini.

Dia diminta meloloskan tim kebanggaan warga Kota Semarang ini di kancah kompetisi paling bergengsi di Indonesia, Superliga. Dengan nilai 17 yang diraih timnya di putaran pertama, peluang masuk delapan besar dan lolos Superliga masih terbuka. ’’Kami sudah berbicara target dengan pelatih baru. Hanafing tertantang membawa PSIS ke Superliga,’’ kata Manajer Tim, Setyo Agung Nugroho.

Kehadiran pelatih baru tersebut dinilai Agung cukup melegakan. Pasalnya, pada putaran kedua PSIS membutuhkan pelatih berpengalaman dan berkualitas untuk mengangkat performa tim, mengingat persaingan di Grup II ini sangat ketat.



Dengan ilmu kepelatihan dan pengalaman Hanafing, sang manajer yakin pemain akan mendapat wawasan bermain yang lebih luas. Itu akan mendukung mereka untuk mengembangkan permainan. ’’Dengan adanya pelatih, pandai memotivasi, dan berkomunikasi dengan pemain, itu akan menambah kepercayaan diri Lopes dan kawan-kawan.

Mudah-mudahan mental dan moral pemain terangkat pada putaran kedua nanti,’’ harap mantan Manajer Tim PSIS Yunior itu.



Disinggung soal materi pemain, Agung menyatakan, Hanafing cukup puas. Pelatih yang pernah menukangi Persiku Kudus itu optimistis Lopes dan kawan-kawan masih bisa dikembangkan kemampuannya.

Kalaupun ada penambahan pemain, itu akan disesuaikan dengan kebutuhan. Namun, sebelum menambah pemain, dia akan memaksimalkan pemain yang ada terlebih dulu. ’’Kami senang dengan usaha yang akan dilakukan Hanafing pada pemain muda lokal. Mereka akan diberdayakan,’’ katanya.

Sementara itu, terkait dengan pencoretan beberapa pemain, seperti Suwita Patha, Abraham Tobias, Valentino, dan Gesang, asisten pelatih M Dofir tidak mempermasalahkan keputusan manajemen. Hal itu tidak akan mempengaruhi psikologis pemain lainnya. Suasana tim diakuinya tetap kondusif.

Dalam latihan sore kemarin, Lopes dan kawan-kawan tetap fight dan enjoy menjalani game. ’’Pencoretan empat pemain itu tidak mempengaruhi kondisi tim. Pemain sudah kami beri pengertian bahwa pencoretan pemain adalah hal yang biasa. Jadi, mereka tidak akan terpengaruh dan tetap fokus latihan untuk persiapan di putaran kedua nanti,’’ tandasnya. (SM)

[+/-] Selengkapnya...

22 Januari 2010

Gustavo Chena Lebih Langsing Bersama PSIS Semarang

Snexcyber : Musim ini Gustavo Chena sudah tidak berkostum Delta Putra Sidoarjo (Deltras). Tapi, pemain asal Argentina yang punya skill individu menawan itu masih menjadi idola bagi sebagian pecinta sepak bola di Kota Udang. 

Itu bisa dilihat saat Chena menginjakkan kakinya lagi di Gelora Delta pada 16 Januari lalu menyertai PSIS Semarang yang menghadapi klub lamanya, Deltras. Saat sesi mencoba lapangan sehari sebelum pertandingan, belasan anak muda rela berpanas-panas untuk menyaksikan Chena dan timnya berlatih. Begitu sesi latihan berakhir, tanpa dikomando para ABG yang sebagian mengenakan seragam sekolah itu menghambur menghampiri pemain 27 tahun tersebut.

Ada yang sekadar ingin bersalaman. Ada juga yang menyodorkan bolpoin untuk minta tanda tangan di baju dan kaus yang dikenakan. Bahkan, salah seorang di antara mereka yang berseragam putih abu-abu menyiapkan album foto yang berisi kumpulan foto Chena berbagai pose untuk dimintakan tanda tangan. Chena belum berubah. Dia tetap dekat dengan pecinta bola di Sidoarjo yang musim lalu memujanya.


Tapi, ada satu perubuhan mencolok dari mantan pemain Persija Jakarta dan PSMS Medan itu. Bukan sikapnya, tapi fisiknya yang tampak semakin ramping. "Ya, berat badan saya saat ini 73 kilogram. Dulu, saat main di sini (Deltras, Red) berat badan saya 78 kilo," ujarnya.

Suami Romina Gianastacio itu mengungkapkan, berat badannya turun karena tim pelatih PSIS menerapkan sistem latihan yang ketat. "Di Semarang kami berlatih intensif pagi dan sore. Latihan fisiknya juga teratur. Itu tidak saya dapatkan bersama Deltras musim lalu. Selain berlatih bersama tim, saya fitness rutin," sambungnya.

Chena mengungkapkan, penurunan berat badan yang lumayan banyak memengaruhi permainannya di lapangan. "Dengan berat badan lebih ringan dan berotot, jelas saya makin lincah untuk bergerak. Mobilitas di lapangan makin tinggi," bebernya.

Pemain kelahiran 16 Agustus 1982 itu menyatakan sangat enjoy bergabung dengan Mahesa Jenar, julukan PSIS. Di tim yang bermarkas di Stadion Jatidiri tersebut, ayah Tobias Chena serta Maria Victoria Chena itu menerima fasilitas yang memuaskan. "Saya tidak mendapat masalah apa pun di PSIS. Semua berjalan lancar," bebernya.

Menurut Chena, tak hanya dirinya yang betah tinggal di Semarang. Anak dan istrinya pun merasa nyaman tinggal di kota yang terkenal dengan penganan lumpia itu.

"Kotanya bagus. Keluarga saya enjoy tinggal di Semarang karena tidak masalah dengan klub dan keluarga saya bahagia. Sekarang saya bisa fokus mencurahkan tenaga dan pikiran untuk PSIS," papar pemain yang di putaran pertama mencetak tiga gol untuk Mahesa Jenar itu.

Pemain yang pernah merasakan atmosfer kompetisi Malaysia bersama Perlis FA tersebut menegaskan akan bekerja ekstrakeras untuk membawa PSIS promosi ke ISL. Ada satu keinginan lagi di benak seorang Gustavo Chena. Apa itu? "Jika manajemen menghendaki, saya ingin bergabung lama di PSIS. Saya sudah merasa enjoy di sini," ujarnya.

Sayang, hingga putaran I Divisi Utama Wilayah II selesai, Mahesa Jenar tertahan di posisi kelima klasemen dengan poin 14 hasil dari empat kali menang, dua kali seri, dan empat kali kalah. PSIS ketiban sial karena tiga poin yang sudah di tangan hilang seiring keputusan penghapusan poin yang diperolah tim lawan dari Persikad Depok yang mundur dari kompetisi. Saat away ke Stadion Jatidiri, PSIS menang dua gol tanpa balas.

Chena menyatakan, timnya masih punya peluang lebar untuk merealisasikan target promosi ke ISL. "Kami masih kesempatan banyak di putaran kedua nanti. Saya yakin, dengan materi pemain yang ada PSIS bisa bersaing memperebutkan satu tiket ISL," paparnya.

Sebagai pemain yang diharapkan bisa berperan besar dalam meloloskan tim ke level tertinggi sepak bola Indonesia, Chena akan memberikan yang terbaik untuk PSIS. "Tim sudah memberikan yang terbaik untuk saya. Maka saya pun harus memberikan yang terbaik untuk tim," tegasnya. (jawapos)

[+/-] Selengkapnya...

21 Januari 2010

Jadwal PSIS Putaran ke 2





[+/-] Selengkapnya...

Tak Maksimal, 11 Pemain PSIS Dievaluasi

Snexcyber : PSIS Semarang menilai sebelas dari 27 pemainnya tak maksimal pada Liga Super Indonesia putaran pertama. Mereka ini akan dievaluasi dan kemungkinan besar dikenai sanksi, sebelum penentuan skuad untuk putaran kedua.

Manajer Tim PSIS, Setyo Agung Nugroho, di Semarang, Rabu, mengatakan, 11 pemain tersebut adalah pemain lokal. Penilaian didasarkan kepada hasil laporan tim pelatih.

"Soal apakah mereka itu nantinya akan dicoret atau diperingatkan, tergantung kepada pelatih," katanya. Saya belum bisa menyebutkan nama mereka, tetapi yang jelas kami akan evaluasi mereka, kalau layak, akan dipertahankan, begitu pula sebaliknya," katanya.


Sementara itu, tiga pemain asing yang dimiliki PSIS saat ini yaitu Cristiano Lopez, Anderson Leke, dan Gustavo Chena berada di posisi aman untuk tetap berada di Tim Mahesa Jenar hingga selesai musim kompetisi mendatang. Selain itu, PSIS juga segera mencari pelatih kepala. Selama ini, Suwita Patha dan kawan-kawan itu, ditangani oleh pelatih sementara, M. Dhofir, setelah pelatih kepala, Ahmad Muhariah, dicoret.

"Dalam pekan depan, kami berharap timnya sudah bisa mendapatkan pelatih kepala, sedangkan M. Dhofir (pelatih sementara) akan dikembalikan ke posisi semula, sebagai asisten pelatih," katanya.

Ia juga menjelaskan, manajemen mensyaratkan pelatih kepala harus memiliki lisensi B, bersedia memenuhi target yang dibebankan manajemen yaitu meloloskan tim itu ke Super Liga musim berikutnya, dan disesuaikan dengan kondisi keuangan PSIS. Menurutnya, saat ini sudah ada beberapa lamaran yang masuk melalui dirinya maupun General Manajer PSIS, Johar Lin Eng, dan manajer yang lain. "Kami akan lihat mereka, apakah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan manajemen atau tidak," katanya.

Nama-nama pelatih yang masuk nominasi menjadi pelatih kepala PSIS Semarang adalah Rudy Keltjes (mantan pelatih Persijap Jepara), Yudi Suryata (mantan pelatih Persijap Jepara), Dananjaya, Lukas Tumbuhan, Rohanda, Syafrudin Fabanyo (mantan pesepak bola nasional), Heri Kiswanto (pernah menangani PSIS), Meyado Rakasiswi (mantan pelatih Persikad Depok).

Ia mengatakan, pemain PSIS akan kembali berlatih di Stadion Jatidiri Semarang di bawah asuhan pelatih sementara M. Dhofir pada Jumat (22/1) sore, meskipun putaran kedua masih relatif lama. Dengan memulai latihan lebih cepat tentunya akan memberikan kesempatan kepada pemain yang dicoret untuk mencari tim yang baru, mengingat pendaftaran pemain untuk putaran kedua mulai 18 Januari hingga 12 Febuari 2010. Pemain tambahan akan ditentukan oleh pelatih kepala yang baru.

"Kalau saya, PSIS masih memerlukan pemain di lini belakang , tengah (gelandang bertahan), dan bek sayap. Tetapi saya berharap pemain tersebut memang pemain yang sudah jadi sehingga kami tidak perlu menyeleksi lagi," katanya. (antara)

[+/-] Selengkapnya...

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP