27 Februari 2010

Langkah PSIS Makin Berat

Snexcyber : PSIS gagal revans atas Deltras Sidoarjo. Di laga kandang sore kemarin, Mahesa Jenar hanya mampu bermain imbang tanpa gol.

Di putaran pertama lalu, tim Kota ATLAS kalah 0-2. Dua gol itu dicetak melalui titik putih. Hasil seri tersebut merupakan ketiga yang diraih Cristiano Lopes dan kawan-kawan di laga kandang pada Kompetisi Divisi Utama 2010.

Sebelumnya, tim kebanggaan Kota Semarang ini ditahan imbang oleh Persikota Kota Tangerang dan Persidafon Dafonsoro pada putaran pertama lalu.


Hasil seri tersebut membuat langkah PSIS semakin berat untuk mendapatkan tiket ke babak delapan besar. Hingga pertandingan ke-14 ini, anak-anak Semarang mengemas nilai 21 dari enam menang, tiga seri, dan lima kalah.

‘’Anak-anak kurang tenang. Padahal, kita memiliki banyak peluang. Taktik dan strategi jadi tak berjalan,’’ ungkap pelatih PSIS Hanafing
Laga lawan Deltras sore kemarin menyedot penonton sekitar 20 ribu. Semua tribune penuh sesak penonton yang ingin menyaksikan aksi-aksi pemain pujaannya. Itu merupakan jumlah penonton terbanyak selama Kompetisi Divisi Utama ini.

Suporter Panser Biru yang berada di tribun selatan pun tak henti-hentinya memberikan dukungan anak-anak asuhan Hanafing dengan yel-yel dan lagu-lagu yang membakar semangat serta motivasi.

Begitu pula dengan Snex yang ada di tribun utara. Mereka tak mau ketinggalan dengan saudara tuanya, Panser Biru, yang terus memberikan dukungan kepada anak-anak Semarang.
Dukungan penuh dari penonton membuat pemain tampil agresif pada awal babak pertama.

Serangan-serangan yang dibangun dari lini ke lini menciptakan momen-momen yang menggetarkan hati penonton. Banyak peluang yang dimiliki oleh Cristiano Lopes, Imral Usman, Miro Baldo Bento, atau Gustavo Chena. Namun, itu tak juga bisa menggetarkan jala Deltras yang dijaga Dwi Kuswanto. Penonton pun dibuat geregetan.

Deltras sendiri bermain bertahan pada babak pertama. Hampir separuh lebih pemainnya dikonsentrasikan ke daerah tersebut. Mereka cukup disiplin dalam menjaga daerah pertahanannya.
Dilempari Botol Meski tetap menguasai jalannya permainan, PSIS susah menembus tembok pertahanan Deltras. Hal itu menjadikan Lopes dan kawan-kawan mulai frustasi. Mereka kurang tenang bermain dan terburu-buru mencetak gol saat berada di kotak penalti.

Sebenarnya PSIS mendapat hadiah setidaknya dua penalti lantaran pemain lawan handsball di kotak terlarang. Namun, wasit Kusni dari Samarinda tidak menunjuk titik putih. Begitu juga ketika Lopes dijatuhkan di kotak penalti oleh pemain belakang Deltras. Lagi-lagi wasit menganggap itu tidak sebagai pelanggaran.

Keputusan-keputusan wasit yang kurang tegas itu membuat suporter tuan rumah marah. Usai pertandingan, saat masuk ruang ganti, penonton di tribun barat pun melempari wasit dengan botol-botol minuman. (SM)

[+/-] Selengkapnya...

26 Februari 2010

Mengecewakan, Deltras Menahan Imbang PSIS, 0-0

Hasil Akhir PSIS vs Deltras Sidoarjo, 26 Februari 2010, berakhir 0-0


[+/-] Selengkapnya...

24 Februari 2010

Habis-habisan Ganyang Deltras !!

Snexcyber : PSIS bertekad akan menebus kekalahan dari Deltras Sidoarjo saat kedua tim bertemu pada laga lanjutan putaran kedua Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama Grup II di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (26/2).

"Saat putaran pertama, kita kalah dari mereka (0-2) dan saatnya sekarang ini bagi kita untuk membalas mengganyang mereka," kata Manajer Tim PSIS, Setyo Agung Nugroho berapi-api.

Menurut dia, untuk membalas kekalahan tersebut, dirinya menginstruksikan kepada pemain supaya tetap mengedepankan sportivitas. "Kita tetap akan bermain normal seperti pertandingan-pertandingan yang lalu," katanya.


Ia menambahkan, selama dua kali pertandingan yang dijalani tim asuhan pelatih Hanafing ini, permainan Cristiano Lopez dan kawan-kawan sudah berjalan dengan baik dan bagus, dirinya berharap pemain tampil dengan konsentrasi serta menjaga konsistensi permainan.

Di samping itu, kata dia, pemain diharapkan jangan tampil dengan emosi yang berlebihan karena bisa membawa bumerang bagi timnya. "Kita tetap tampil dengan emosi untuk menang tetapi jangan sampai berlebihan," katanya.

Ketika ditanya bahwa tim berjuluk "The Loubster" ini baru saja menderita kekalahan 0-3 dari tuan rumah PPSM Sakti Magelang, ia mengatakan, hasil tersebut tidak bisa dijadikan patokan bahwa timnya juga akan menang dengan mudah karena situasinya berbeda antara PPSM dengan PSIS.

"Kita tetap harus kerja keras untuk memenangkan pertandingan mendatang. Saya yakin, mereka pasti memiliki motivasi yang tinggi untuk tidak kehilangan angka yang kedua kalinya di kandang lawan," katanya.

Ia menambahkan, mereka memiliki materi pemain yang bagus dengan tiga pemain asing yang berada di lini depan (Roberto Kwateh), lini tengah, dan belakang.

"Tetapi saya dengar satu pemain asing, Adolphus tidak bisa main karena mendapat kartu merah," katanya.

Absennya Adolphus, kata dia, bukan berarti mereka akan mudah dikalahkan tetapi justru lini depan mereka berbahaya sehingga anak-anak tetap harus konsentrasi dan konsisten dalam permainan.

Ia menambahkan, hanya seorang pemain PSIS, yaitu Deni Rumba yang tidak bisa dimainkan karena sakit, sedangkan pemain baru asal Brasil, Bruno Jose Zandonadi, belum berani memastikan karena masih menunggu pengesahan dari Badan Liga Indonesia (BLI).

Ia menjelaskan, hari ini atau Rabu, manajemen sudah mengirim persyaratan Bruno ke BLI dan tinggal menunggu pengesahan, sedangkan untuk pengganti Deni Rumba masih ada Sunarso, Iswan Bode, dan Tommy.

Sementara itu Wakil Ketua Panpel PSIS, Dony Ryandika mengatakan, soal perizinan untuk menggelar pertandingan PSIS melawan Deltras Sidoarjo. "Panpel sudah mengantongi izin dari Polres Semarang Selatan, Polwiltabes Semarang, dan Polda Jateng.

"Kami hanya berharap pertandingan mendatang lancar dan tidak ada kejadian seperti saat PSIS menjamu Mitra Kukar (perangkat pertandingan mulai dari wasit, dua asisten wasit, dan pengawas pertandingan diperiksa polisi)," katanya. (antara)

[+/-] Selengkapnya...

23 Februari 2010

Bruno Jose Zandonadi Kandidat Striker PSIS

Snexcyber : Pilihan untuk melengkapi satu pemain asing di skuad PSIS akan segera terjawab. Setelah gagal mendapatkan mantan striker PSM Christian Carrasco, kini PSIS kedatangan Bruno Jose Zandonadi.


Mantan pemain Persiba Balikpapan 2008 itu langsung direkomendasikan pelatih Hanafing kepada manajemen agar dapat segera bergabung dengan Cristiano Lopes dan kawan-kawan.

Pemain asal Brasil yang bisa berperan dalam dua posisi yaitu striker dan playmaker, sudah ikut berlatih bersama tim Mahesa Jenar di Stadion Jatidiri sejak kemarin. Apa yang dia lakukan selama berlatih tidak luput dari pantauan pelatih dan tim manajemen yang melihatnya langsung di lapangan.


’’Dia adalah salah satu alternatif setelah PSIS gagal mendapatkan Carrasco. Kualitasnya sudah tidak diragukan. Dia (Bruno) tinggal beradaptasi dengan para pemain PSIS yang lainnya. Saya sudah pernah melatihnya ketika di Mojokerto Putra sehingga secara garis besar sudah mengetahui karakter dan kualitas permainannya,’’ terang Hanafing usai memimpin anak asuhnya berlatih, kemarin.

Setelah memperkuat Mojokerto Putra, Bruno juga pernah bergabung dengan Persita Tangerang, dan terakhir pada 2008 bermain untuk Persiba Balikpapan. Meskipun secara kualitas sudah tidak diragukan lagi, namun stamina Bruno perlu ditempa lebih keras. Fisiknya terlihat mulai menurun karena tidak bermain selama setahun belakangan ini.
Lawan Deltras Hanafing mengatakan, saat ini tim Ibu Kota Provinsi Jateng memang butuh pemain untuk meningkatkan daya dobrak di lini depan. Karena PSIS harus meraih banyak kemenangan di sisa pertandingan putaran kedua agar dapat lolos ke babak ’’8 Besar’’. Dengan adanya Bruno yang bertipikal penyerang, lini depan diharapkan semakin tajam.

’’Saat ini PSIS butuh banyak kemenangan. Lini depan harus semakin tajam agar dapat mencetak banyak gol. Bruno dapat berperan di dalamnya,’’ lanjut pelatih yang baru awal putaran kedua lalu melatih Mahesa Jenar.

Di dalam Skuad PSIS, dia dapat mengisi lini tengah bersama dengan Gustavo Chena sebagai playmaker. Akurasi umpannya dapat memudahkan striker memaksimalkan peluang-peluang. Atau menjadi striker lubang seperti Miro Baldo Bento dan Imral Usman.

Karena pertimbangan-pertimbangan tersebut, Hanafing meminta kepada manajemen untuk segera melakukan negosiasi kepada pemain asal Brasil tersebut. Setidaknya sebelum laga melawan Deltras, Jumat (26/2) dia diharapkan dapat diturunkan, minimal sebagai pemain cadangan. (SM)

[+/-] Selengkapnya...

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP