29 November 2009

PSIS ditahan Persidafon

Snexcyber : Tuan rumah PSIS gagal meraih angka penuh setelah ditahan imbang tamunya Persidafon Dofonsoro 1-1 (1-0) pada pertandingan lanjutan Kompetisi Divisi Utama Grup II di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (28/11).

Pertandingan antara kedua tim yang disaksikan sekitar 10 ribu penonton tersebut berlangsung dalam tempo yang cepat dan imbang, mengingat kedua tim saling melancarkan serangan ke daerah pertahanan lawan.


Pada lima menit babak pertama, tim asuhan pelatih Ahmad Muhariah terlihat mendominasi serangan ke daerah pertahanan Persidafon yang dikoordinasi oleh Bruno Kasmir. Bahkan, pemain belakang lawan dan kiper Persidafon Selsius Gebze harus kerja keras menahan gempuran dari Cristiano Lopez dan kawan-kawan. Beberapa kali pemain-pemain PSIS melalui kaki Gustavo Chena dan Lopez membuat peluang tetapi akhirnya terbuang sia-sia.

Tuan rumah berhasil mencetak gol terlebih dulu pada menit ke-22 melalui tendangan voli Imral "Korea" Usman setelah menerima umpan silang dari Gustavo Chena. Bola setinggi lutut ia sambut dengan tendangan melintir dengan kaki kanan. Bola deras langsung menusuk gawang Selsius Gebze, 1-0 untuk PSIS.

Unggul satu gol, permainan PSIS masih seperti semula. Sebaliknya tim tamu terus bangkit dan bermain terbuka. Serangan yang mereka bangun dari belakang mampu membuat kalang kabut pemain belakang tuan rumah.

Ellie Aiboy, Javier Rocha, Purwanto Suwondo terlihat membuat kiper Catur Nugroho harus jatuh-bangun menahan gempuran mereka. Serangan yang bertubi-tubi itu akhirnya membuahkan peluang ketika tendangan silang cukup keras dari Javier Rocha langsung ke depan gawang PSIS.

Purwanto yang berdiri di depan gawang terlambat menjemput bola tersebut meskipun pemain bernomor punggung 45 ini berusaha menyundul bola sambil menjatuhkan diri. Sampai pertandingan babak pertama usai kedudukan tetap 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Memasuki babak kedua, kedua tim bermain menyerang. Persidafon akhirnya mencetak peluang ketika penyerangnya Patrick Wanggai tinggal berhadapan dengan kiper PSIS, Catur Nugroho. Meskipun dari belakang ada defender PSIS yang menguntit, tetapi kiper PSIS langsung maju ke depan dan menyambar bola tersebut.

Tim dari Papua ini berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol yang dicetak pemain asal Argentina, Javier Rocha, pada menit ke-62. Gol tersebut terjadi setelah kemelut di depan gawang PSIS. (kompas)

[+/-] Selengkapnya...

28 November 2009

Persidafon Pede Raih Point

Snexcyber : Percaya diri. Itulah yang dirasakan Persidafon Dafonsoro kala dijamu PSIS di pertandingan lanjutan Kompetisi Divisi Utama di Stadion Jatidiri sore ini.

Hal itu tak lepas dari hasil positif yang diraih anak-anak asuhan Fredy Mulli saat melawan PPSM Magelang lalu. Satu poin yang dicuri dari PPSM tersebut menjadikan motivasi dan semangat tanding Bejo Sugiantoro cs berlipat.

’’Setelah PPSM, kami ingin mengulang sukses mencuri poin di kandang PSIS. Kami ingin mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya di dua laga away ini,’’ ungkap Fredy Mulli usai memimpin anak-anak asuhannya mencoba lapangan Stadion Jatidiri, sore kemarin.


Di pertandingan ini, Fredy mengakui anak-anak asuhannya siap tanding. Mantan pelatih Persebaya itu sudah menyiapkan taktik, strategi, serta komposisi pemain terbaik untuk mengimbangi permainan tuan rumah.

Kekuatan tim bakal bertambah jika striker andalannya Carlos Sukati bisa dimainkan. Saat ini, pemain tersebut masih dalam proses pemulihan cedera otot paha.

’’Kondisi Carlos memang sudah semakin membaik. Tapi tetap akan kita pantau terus. Bila sudah dalam kondisi fit, kemungkinan besar dia akan saya turunkan,’’ harapnya.

Secara keseluruhan stamina pemain Persidafon dalam kondisi baik. Semangat dan optimisme terpancar dari wajah Ellie Aiboy dan kawan-kawan saat mencoba rumput Stadion Jatidiri, Jumat sore.

Latihan ringan yang diberikan pelatih mampu di laksanakan dengan baik. Nampaknya mereka siap merampas kemenangan dari tangan PSIS.

Disinggung soal kekuatan tim tuan rumah, Fredy mengemukakan tim besutan Ahmad Muhariah cukup tangguh. Tiga poin yang berhasil diraih Suwita Patha cs di pertandingan perdana lawan Gresik United lalu jadi bukti nyata.

Namun, hal itu tidak menjadikan timnya gentar. Justru dia tertantang untuk menaklukan PSIS di depan pendukungnya.

’’PSIS tim bagus. Tapi, permainan kami juga tak kalah bagus. Kami mempunyai pemain-pemain yang ber-skill individu tinggi. Tak kalah dari PSIS. Karena itu, kami tak takut menghadapi tuan rumah di pertandingan ini,’’ tandasnya. (SM)

[+/-] Selengkapnya...

PSIS Waspadai Purwanto dan Rocha

Snexcyber : Pelatih PSIS Ahmad Muhariah akan mempertahankan The Winning Team saat menjamu Persidafon Dafonsoro di Stadion Jatidiri, sore ini.

Komposisi pemain dan cara main yang diterapkan saat berhasil mendulang tiga poin lawan Gresik United, bakal kembali dipakai.

Hanya, Suwita Patha dan kawan-kawan diharap tampil lebih fight dan semangat. Mengingat lawan yang dihadapi kali ini punya skill individu pemain yang baik, power dan kecepatan.

’’Mereka sudah melalui pertandingan perdana secara memuaskan. Saya yakin, kepercayaan diri mereka meningkat. Itu modal penting untuk menghadapi Persidafon. Mereka harus tampil lebih baik untuk meraih poin penuh,’’ tegas asisten pelatih M Dofir.


Dofir mengaku sudah punya gambaran cara main tim tamu. Saat Javier Rocha dan kawan-kawan berlaga lawan PPSM Magelang lalu, ada tim pelatih yang ditugasi mengintip permainan mereka.

Hasil pantauan tersebut telah dipaparkan ke pelatih Ahmad Muharih untuk dijadikan bahan menyusun taktik dan strategi guna mengantisipasi permainan lawan.

’’Akan ada strategi khusus untuk menghadapi tim tamu. Mereka tim tangguh. Buktinya, berhasil menahan imbang PPSM,’’ ungkap mantan pelatih PS POP Polwiltabes Kota Semarang itu.
Materi pemain tim asuhan Fredy Muli, lanjutnya, cukup mentereng.

Di skuad tersebut terdapat beberapa pemain berkualitas dan berpengalaman seperti Purwanto, Uston Nawawi, Ellie Aiboy, Javier Rocha, dan Bejo Sugianto. Mereka adalah eks pemain Persebaya Surabaya.

Namun, di antara pemain tersebut, PSIS akan mewaspadai aksi-aksi Purwanto dan Javier Rocha. Purwanto yang pernah membela Mahesa Jenar, punya insting gol tinggi.

Bahkan, saat pemain tersebut berkostum Persela, dia main dengan motivasi tinggi sehingga berhasil menjebol gawang PSIS. Aksi-aksi Purwanto tersebut akan diwaspadai tim pelatih.

Selain itu, kehadiran Javier Rocha yang menjadi jenderal di lapangan tengah lawan juga akan mendapat perhatian khusus. Mantan pemain Persija Jakarta itu punya umpan-umpan terukur dan matang untuk memanjakan striker-nya. Visi bermainnnya juga sangat luas dan kreatif.

’’Purwanto dan Rocha merupakan kunci permainan Persidafon. Aksi-aksi mereka akan kami waspadai. Pemain kami yang terdekat harus bisa mematikan aksi-aksinya agar permainan lawa tidak bisa berkembang,’’ kata Dofir.

Perjalanan PSIS dari hari ke hari menunjukkan peningkatan kualitas permainan yang semakin membaik. Dari serangkaian laga uji coba, dan pertandingan terakhir melawan Gresik United lalu, nampaknya kesebelasan kebanggaan Warga Semarang ini mengalami tren positif.

Karenanya pada laga lawan Persidafon Dofir ingin anak asuhnya mempertahankan tren positif itu untuk meraih kemenangan.

Manejer Tim Setyo Agung Nugroho mengingatkan Suwita Patha dan kawan-kawan agar lebih fight menghadapi pertandingan kandang kedua ini.

Mereka diminta menjaga kondisi agar bisa tampil konsisten 90 menit. Pasalnya, saat lawan Gresik United lalu, fisik pemain dinilainya kurang prima. Hal itu bisa dilihat pada babak kedua.

’’Untuk meningkatkan kondisi fisik dalam waktu singkat, tidak mungkin. Saat ini yang diperlukan mereka hanya jaga kondisi saja agar bisa tampil lebih baik saat lawan Persidafon,’’ tandas Agung. (SM)

[+/-] Selengkapnya...

26 November 2009

Johar L.E : Target Masuk Delapan Besar Dulu

Snexcyber : Kompetisi Divisi Utama telah dimulai, kemarin. PSIS berada di Grup II bersama Persis Solo, PPSM Magelang, Persikad Kota Depok, Persikota Tangerang, Persikab Kabupaten Bantul, Gresik United, Persidafon Dafonsoro, Deltras Sidoarjo, Mitra Kukar, Pro Duta Sleman, dan Persiba Bantul.

Persiapan skuad Mahesa Jenar termasuk mepet, namun target lolos delapan besar dan promosi ke Superliga tetap dipatok manajemen. Tentu saja untuk mencapai target tersebut perlu kerja keras dari pelatih, pemain, dan manajemen. Di putaran pertama ini, tim asuhan Ahmad Muhariah diminta mendulang poin sebanyak-banyaknya, mengingat di putaran kedua nanti persaingan akan lebih ketat.

’’Putaran pertama harus dimaksimalkan untuk mendulang poin sebanyak-banyaknya, sehingga di putaran kedua kita bisa lebih tenang dan konsentrasi untuk mencuri poin di kandang lawan,’’ ungkap General Manager, Johar Lin Eng (gambar).


Di putaran pertama Mahesa Jenar memiliki enam laga kandang, yaitu lawan Gresik United, Persidafon, Persikad, Persikota, Persikad, dan Persis. Sedangkan laga tandang menghadapi Pro Duta, Persiba, PPSM, Mitra Kukar, dan Deltras.

’’Biasanya, di putaran kedua tim-tim akan saling menjatuhkan untuk bisa maju ke babak delapan besar. Persaingan akan lebih ketat,’’ tambahnya.

Johar menyatakan, jika berhasil menyapu bersih laga kandang dan mencuri beberapa poin di laga away, peluang maju ke babak delapan besar cukup terbuka. Apalagi, dilihat dari kualitas materi pemain, anak-anak Semarang tidak kalah dengan tim lainnya.

Karena itu dia yakin jika Suwita Patha dan kawan-kawan mau kerja keras dan main konsisten sepanjang kompetisi, target lolos Superliga bisa dicapai. Semua tim berpeluang maju ke babak delapan besar, tergantung siapa yang lebih siap. Namun.

’’Saya yakin anak-anak Semarang mampu menembus babak tersebut, bahkan lolos ke Superliga,’’ kata Johar yang juga Sekretaris Umum Pengda PSSI Jateng itu. ’’Perlu kerja keras, kebersamaan, dan kekompakan dari semua pihak untuk mencapai prestasi tertinggi,’’ tandasnya (SM)

[+/-] Selengkapnya...

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP