05 Desember 2010

WAG Indonesia : Si Sexy Jennifer Kurniawan Pacar Irfan Bachdim

Snexcyber : Bersamaan dengan cemerlangnya debut Irfan Bachdim dalam pertandingan resmi Timnas Indonesia, nama Jennifer Kurniawan pun ikut santer menjadi pembicaraan.

Kalau Bachdim, penyerang baru Timnas Indonesia keturunan Belanda itu menjadi buah bibir karena penampilan cemerlangnya saat mencetak satu gol ke gawang Malaysia saat Tim Garuda menang 5-1 di Piala AFF 2010, nama Jennifer, sang kekasih, menjadi buah bibir kaum adam penggemar si kulit bundar karena kecantikan rupanya.


Jennifer, 23 tahun, adalah gadis Jerman berdarah Indonesia. Fisiknya yang nyaris sempurna membawanya menjadi model di Jerman.

“Halo, saya ingin memperkenalkan diri, nama saya Jennifer dari Knittlingen (Jerman). Usia saya 23 tahun,” demikian kalimat pembuka di situs yang membahas mengenai para model di Jerman.

“Saya juga memiliki pengalaman 10 tahun menari balet profesional di Teater Negara di Karlsruhe,” lanjutnya dalam situs tersebut.

Berikut biodata kakak Kim Jeffrey Kurniawan itu, pesepak bola kelahiran Jerman yang masuk dalam program naturalisasi PSSI.

Biodata :
Nama :
Jennifer Jasmin Kurniawan
Tempat tinggal : Knittlingen, Germany
Usia: 23
Tinggi/Berat: 165 cm/47 kilogram
Rambut: Panjang berwarna coklat
Warna mata: Coklat
Ukuran Bra: 34B
Ukuran Baju: 34/36
Ukuran Sepatu: 37

[+/-] Selengkapnya...

Teriakan 'Nurdin Turun' Tetap Menggema

Snexcyber : Kemenangan besar tim nasional tidak menghentikan kebiasaan suporter Indonesia. Teriakan meminta Ketua Umum PSSI Nurdin Halid turun dari jabatannya tetap digemakan puluhan ribu suporter yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Nurdin Halid dipandang sebagai biang terpuruknya Timnas Indonesia dalam lima tahun terakhir, atau hampir sama dengan usia jabatannya yang berumur tujuh tahun.



Selama itu, tak ada gelar yang mampu dipersembahkan pria asal Makassar itu. Sebaliknya, prestasi Timnas Indonesia terus merosot. Gagal di SEA Games 2009, tak mampu menembus final di dua edisi Piala AFF terakhir dan bobroknya kompetisi domestik dipandang sebagai 'hasil kerja' Nurdin Halid.

Sudah lama pecinta sepak bola nasional menginginkan pegantian kepemimpinan di PSSI, namun Nurdin Halid tak mau menuruti.

Pada hari perdana Piala AFF digelar, spanduk berisi pesan-pesan dan dukungan yang mengatasnamakan Nurdin Halid disobek dan diturunkan. Sekarang, pada laga kedua, teriakan "Nurdin turun" terus disuarakan, membahana di dalam stadion kebanggaan bangsa.

Sepertinya, meski Indonesia cukup cemerlang pada Piala AFF kali ini, suporter emoh mengakuinya sebagai hasil kerja Nurdin Halid. Sudah terlambat, bung! Demikian mungkin anggapan suporter. (inilah)

[+/-] Selengkapnya...

03 Desember 2010

LPI : Semarang United Dipermalukan Persebaya 0-1

Snexcyber : Tuan rumah Semarang United gagal meraih angka setelah dipermalukan Persebaya Surabaya, 0-1 (0-0) pada pertandingan prakompetisi Liga Primer Indonesia Grup C di Stadion Jatidiri Semarang, Kamis petang.

Bonek Masuk Stadion Jatidiri Semarang (Foto : A. Antoni)

Pertandingan yang disaksikan sekitar 1.000 penonton tersebut berlangsung dalam tempo yang cepat dan kedua tim sama-sama tampil terbuka dengan saling melancarkan serangan ke daerah pertahanan lawan.



Pada babak pertama, peluang untuk mencetak lebih banyak dimiliki tim asuhan pelatih Edy Paryono (Semarang United), tetapi berhasil digagalkan kiper dan pemain belakang tim berjuluk "Bajul Ijo" tersebut.

Seperti yang dilakukan penyerang M. Yusuf yang melakukan tendangan memutar ke arah gawang Persebaya yang dijaga kiper Endra Prasetyo tetapi berhasil ditepis penjaga gawang tim tamu.

Tendangan keras kapten tim Amrildo Souza yang memanfaatkan tendangan bebas setelah terjadi pelanggaran oleh pemain Persebaya juga berhasil ditepis kiper Endra Prasetyo yang tampil cukup cemerlang.

Sebaliknya tim tamu juga berusaha mendekat ke daerah pertahanan tuan rumah tetapi sering kandas di pemain belakang Semarang United yang dikoordinasi oleh Patricio Jimenez. Hingga babak pertama usai, kedudukan tetap imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, Persebaya terus menekan pertahanan Semarang United dan memanfaatkan kesalahan baik umpan maupun kontrol bola pemain tuan rumah.

Pada babak itu, tim asuhan pelatih Aji Santoso lebih banyak mendominasi permaianan dengan memiliki lebih banyak peluang untuk mencetak gol.

Mereka berhasil mencetak gol melalui tendangan kaki kiri Miko yang masuk di babak kedua menggantikan I Made Wirahadi pada menit ke-75 setelah umpan satu-dua dengan Andik Rirmansyah.

Tendangan keras Miko gagal diantisipasi kiper Semarang United Awaludin.

Persebaya kembali mendapat peluang ketika sundulan kepala Andik Firmansyah ditepis pemain belakang Semarang United, Simon Edi, kemudian tendangan keras Andik berhasil ditepis kiper Semarang United.

Hingga pertandingan usai kedudukan tetap 1-0 untuk keunggulan Persebaya Surabaya.

Wasit Viator Ambarita yang memimpin pertandingan itu mengeluarkan kartu kuning untuk Patricio Jimenez (Semarang United).

Pelatih Semarang United, Edy Paryono, mengatakan, timnya masih dalam tahap seleksi sehingga wajar jika pola permainan tim belum padu sedangkan pemain masih sering melakukan kesalahan.

Ia mengatakan, justru melalui prakompetisi LPI itu, timnya bisa melakukan evaluasi untuk menutup sektor-sektor yang lemah dan mencari tambahan pemain terutama untuk posisi bek dan penyerang.

Soal penampilan pemain asingnya seperti Amrildo Souza, Vithor Borques Souza, dan Mobin Derakshan, katanya, secara kualitas mereka cukup bagus tetapi karena baru dua hingga tiga hari bergabung dengan tim sehingga mereka belum terlihat padu.

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, mengatakan, penampilan tim-tim pada prakompetisi LPI itu sebenarnya bukan untuk mencari kemenangan tetapi lebih banyak untuk melihat kesiapan tim masing-masing berlaga pada kompetisi yang sebenarnya.

Ia mengakui, belum puas terhadap penampilan pemainnya sekarang ini meskipun terbilang sudah lumayan.

"Kami masih memiliki seorang pemain asing lagi yang belum diturunkan pada pertandingan ini," katanya.

Kapten Tim Persebaya, Erol Iba, mengatakan, pada babak pertama, pemain merasa kesulitan untuk mengembangkan dan menembus pertahanan Semarang United.

"Tetapi setidaknya prakompetisi ini untuk mengetahui sejauh mana kesiapan tim untuk ke depannya bisa lebih baik lagi," katanya. (antara)

[+/-] Selengkapnya...

PSIS Takluk menghadapi Persikab 0 - 1

Snexcyber : PSIS mengalami kekalahan tandangnya melawan Persikab Kab Bandung dengan skor 0-1. Gol semata wayang "Si Jalak Harupat" dicetak striker asal Argentina, Rodrigo Santoni menit ke-66.

Dengan kekalahan ini, untuk sementara PSIS Semarang mengumpulkan 3 poin hasil sekali menang dan tiga kali kalah. Laga berikutnya PSIS akan menjamu Persemalra di Stadion Jatidiri Semarang pada tanggal 20 Agustus 2010.



Pelatih PSIS Bonggo Pribadi mengatakan, kekalahan ini merupakan tanggung jawabnya. Menurutnya, para pemain sudah bermain bagus dan menghasilkan banyak peluang. "Hanya saja, kita kecolongan gol akibat kesalahan yang dilakukan pemain belakang," tandasnya.

Pelatih Persikab, Dadang Cahyat. "Kita sangat bersyukur dengan kemenangan ini. Pasalnya, PSIS bermain sangat bagus dan memberikan perlawanan yang sangat ketat," ujarnya kepada wartawan usai pertandingan, kemarin.

Hanya saja dari segi permainan, Dadang merasa belum puas. Para pemain masih kurang sabar dalam menguasai bola. Selain itu, komunikasi masih lemah. "Kondisi ini bisa terbaca oleh lawan yang mampu mengembangkan permainannya," ungkapnya.

Mengenai penampilan Angel Ebus yang diturunkan sebagai starter, Dadang mengaku belum puas. Masih terdapat kekurangan yang harus diperbaikinya. "Kontrol bolanya kurang bagus dan assist-nya pun kurang. Angel harus meningkatkan kembali penampilannya," kata Dadang.

Jalannya Pertandingan

Dalam pertandingan kemarin, PSIS yang menargetkan meraih tiga poin penuh langsung tampil menggebrak. Menit ke-9, Indriyanto Nugroho mrngancam gawang Deni Sopandi melalui tendangan kerasnya di kotak penalti. Peluang tersebut mampu digagalkan dengan baik oleh Deni Sopandi.

Setelah itu, Persikab mulai bangkit. Menit ke-13, Cahya Sumirat menuai peluang. Sayang tendangannya masih melambung di atas mistar gawang PSIS yang dikawal Agus Murod.

Semenit berselang, Ahmad Mardziana melakukan umpan satu dua dengan Angel Ebus. Lagi-lagi usaha Persikab masih gagal, karena tendangan Ahmad Mardziana mengenai Modestus Setiawan dan hanya melahirkan sepak pojok.

Kiper PSIS, Agus Murod melakukan blunder di menit ke-21 karena mengganggap telah terjadi offside. Bola disodorkan ke dekat Rodrigo yang langsung mengejar bola namun lebih cepat dikuasi Modestus. Hingga 45 menit pertama kedudukan tetap 0-0.

Memasuki babak kedua, untuk menambah daya gedor, Persikab memasukkan Marwansyah Agung menggantikan Angel Ebus.

Di menit ke-56, kepala Rodrigo berdarah dan harus diperban akibat berbenturan dengan Heri Susilo. Meski dibalut perban, Santoni bisa melanjutkan pertandingan.

Usaha Persikab untuk membuka keunggulan akhirnua berbuah di menit ke-66. Tendangan bebas Feby Martika diteruskan Rodrigo Santoni melalui tandukannya yang bersarang di pojok kanan atas gawang PSIS tanpa mampu dijangkau Agus Murod. Persikab pun memimpin 1-0.

Di masa injury time, Marwansyah nyaris mencetak gol. Namun sayang, tendangannya masih tipis di kanan gawang Agus Murod sehingga keunggulan 1-0 bagi Persikab bertahan hingga bubaran.

Usai pertandingan, Rodrigo Santoni dilarikan ke rumah sakit untuk memastikan cedera di kepalanya yang robek sekitar 2 cm dan mendapatkan 8 jahitan.

[+/-] Selengkapnya...

02 Desember 2010

Empat bintang Dunia meramaikan LPI dengan berstatus marquee player

Snexcyber : Rencana konsorsium Liga Primer Indonesia (LPI) untuk mendatangkan para pemain bintang untuk merumput di Indonesia dipastikan lebih dari sekedar omong kosong. Terbukti, sejauh ini, sudah ada empat pemain bintang dunia setuju untuk berlaga di kompetisi LPI.

Menurut salah seorang penasehat LPI, Dityo Pramono, para pemain bintang, yang bakal berstatus marquee player tersebut, adalah Robbie Fowler, Diego Tristan, Edgar Davids dan Rigobert Song. "Menurut SMS yang saya terima dari Direktur Bidang Kompetisi LPI, sejauh ini baru empat pemain tersebut yang telah resmi bergabung," ungkap Dityo.


"Saat ini, empat pemain itu sudah menandatangani kontrak. Namun, mengenai berapa besarnya kontrak mereka, saya kurang tahu, rencananya, masih akan ada tiga nama lain yang bakal menyusul. Namun, sejauh ini juga masih belum ada bocoran siapa saja," ujar Dityo.

Sebelumnya, LPI memang telah mengapungkan wacana untuk membuat agar kompetisi sepak bola Indonesia lebih menjual, salah satunya dengan mendatangkan marquee player.

Marquee Player merupakan konsep yang telah sukses dijalankan di A League Australia dan MLS di Amerika Serikat. Secara harfiah, marquee player berarti pemain bintang yang didatangkan dengan gaji di atas rata-rata, yang dibiayai sponsor. Dalam prakteknya, di Liga Australia, ada dua jenis marquee player. Yang pertama adalah pemain asing yang berstatus bintang dan yang kedua merupakan pemain lokal yang lama merumput di liga-liga Eropa yang pulang kampung menjelang gantung sepatu.

"Dalam prakteknya nanti marquee players yang akan berlaga di LPI akan didatangkan oleh konsorsium. Nilai kontrak dan gaji mereka bakal langsung dibayar konsorsium. Klub tidak usah takut karena sudah ada yang menanggung biaya yang harus dikeluarkan untuk memboyong marquee player," ungkap Yon Moeis, salah seorang inisiator LPI.

"Dengan hadirnya marquee player, diharapkan kualitas kompetisi bisa meningkat. Selain itu, mereka bisa menjadi daya tarik bagi masuknya sponsor maupun penonton," tandasnya. (bola.net)

[+/-] Selengkapnya...

01 Desember 2010

PSIS incar poin dari Persikab

Snexcyber : Pertandingan kesebelasan PSIS Semarang melawan tuan rumah Persikab Kabupaten Bandung pada lanjutan Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama Grup II di Stadion Bima Cirebon pada Kamis (2/12) dinilai akan menguntungkan PSIS.

Manajer Tim PSIS Teguh Setyono ketika dihubungi dari Semarang, Rabu, mengatakan tuan rumah tidak main di kandangnya sendiri di Bandung, namun pertandingan diadakan di Cirebon sehingga malah akan menguntungkan PSIS.



"Ini merupakan keuntungan bagi PSIS karena mereka bermain di Cirebon dan tidak di kandang sendiri. Ini merupakan kesempatan bagi pemain untuk mencuri angka satu, syukur-syukur bisa mendapatkan angka tiga," katanya.

Ketika ditanya kondisi pemainnya, dia mengatakan tidak ada masalah yang berarti karena dari 20 pemain yang dibawa ke Cirebon, semuanya dalam kondisi siap dimainkan lawan Persikab.

Pelatih PSIS Bonggo Pribadi, kata dia, sudah menyiapkan strategi dan taktik melawan Persikab Kabupaten Bandung.

"Kondisi pemain sudah siap dan tidak ada masalah, Psikologis pemain juga baik dan tidak terpengaruh dengan kekalahan saat melawan tuan rumah PSCS Cilacap (0-1). Ini yang membuat kami merasa optimistis menghadapi pertandingan tersebut," katanya.

Ia justru merasa khawatir terkait laga tandang timnya terutama masalah nonteknis, seperti saat timnya menghadapi tuan rumah PSCS Cilacap.

"Tentu saja kami khawatir dengan soal nonteknis tetapi pertandingan besok bakal disiarkan langsung oleh televisi swasta nasional dan diharapkan bisa mengurangi hal-hal tersebut," katanya.

Ketika ditanya soal Persikab Kabupaten Bandung sendiri, dia mengatakan, Persikab hampir sama dengan PSCS Cilacap dan sedikit banyak Imral Usman dan kawan-kawan sudah tahu permainan dan taktik mereka melalui rekaman pertandingan mereka sebelumnya.

"Persikab tidak jauh berbeda dengan PSCS Cilacap dan kita sudah melihat rekaman pertandingan mereka sebelumnya, Mudah-mudahan pemain bisa mengetahui dan menerjemahkan ketika lawan Persikab," katanya.

PSIS Semarang saat ini menempati peringkat kesembilan klasemen sementara Grup II dengan nilai tiga, yaitu menang sekali (2-1 atas Persik Kediri) dan kalah dua kali (0-3 dari PSIM Yogyakarta dan 0-1 dari PSCS Cilacap).

Sebaliknya Persikab Kabupaten Bandung menenpati peringkat ketiga dengan nilai empat dari dua kali main, yaitu sekali menang dan sekali seri.

Pada laga di Cirebon hari ini (2/12), PSIS membawa 20 pemain. Mereka di antaranya adalah Basuki Setyobudi dan Agus Murod (kiper), Heri Susilo, Idrus Gunawan, Eko Pujianto, Aji Nurpijal, dan Modestus Setiawan (belakang).

Kemudian Prananda Aditya, Basri Lohi, Ory Kambuanya, Ilham Asdat, Gustavo Chena, Adrian Mardiansyah, Suwita Patha, dan Feri Satria (tengah), serta Imral Usman, Peiter Mkwoh, Indriyanto Nugroho, dan Kurnanda (depan).

Pemain sayap kanan, Deni Rumba tidak bisa memperkuat timnya karena mendapat kartu merah saat melawan PSCS Cilacap.

Tetapi pelatih sudah menyiapkan pemain pengganti, di antaranya adalah Prananda Aditya, Ory Kambuanya, dan Imral Usman.

Pertemuan kedua tim ini sudah dua kali, yaitu pada saat Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama 2009/2010. Pada laga di Stadion Jatidiri Semarang, 8 Januari 2010, PSIS menang 3-1.

Kemudian pada saat laga di Stadion Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung, 9 Februari 2010, gantian Persikab menang atas PSIS, 1-0. (berbagai sumber)

[+/-] Selengkapnya...

Nurdin Halid ke Australia, ke Senayan tinggalkan Nama

Snexcyber : Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta akan menjadi arena duel Indonesia vs Malaysia malam ini. Deretan spanduk raksasa dipasang untuk memompa semangat tim Merah Putih.

Setidaknya ada 18 spanduk yang dibentang mengelilingi stadion terbesar di Indonesia itu. Sebagian besar bernada dukungan bagi Markus Horison cs saat menghadapi laga perdana penyisihan Grup A Piala AFF malam ini.



Salah satu spanduk bertuliskan 'Markus, Ferry, Kurnia, Jangankan Bola, Angin Pun Tak Boleh Lewat'. Spanduk lain bernada 'We Love Timnas Indonesia'. Ada lagi, 'Firman, Bustomi, Eka Alirkan Bolamu Sederas Air Bah'.

Dua spanduk lainnya mengimbau untuk tidak mempolitisasi sepakbola. Bunyinya: "Politik No, Prestasi Yes' dan 'Sepakbola Jangan Dipolitisasi."

Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid juga tak lupa menyampaikan pesannya lewat spanduk-spanduk raksasa tersebut. Salah satunya bertuliskan 'Nurdin, Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang'.

Tak hanya dukungan kepada timnas, salah satu spanduk justru berisi dukungan terhadap kepemimpinan Nurdin Halid. Pada spanduk itu tertulis, 'Nurdin Halid, Demi Kemajuan Sepakbola, Kami Mendukungmu'.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Ferry Paulus menilai spanduk tersebut berlebihan. "Sedikit lebay sih. Tapi lebih menarik," ujarnya.

Sekretaris LOC, Tigorshalom Boboy mengatakan spanduk tersebut sengaja dibentang untuk memberikan dukungan kepada timnas. Ke-18 spanduk tersebut akan menghiasi SUGBK hingga Piala AFF 2010 berakhir.

"Saya tidak ingat jumlahya, tapi spanduk itu memang sengaja dipasang untuk memberikan dukungan bagi timnas," kata Tigor saat dihubungi. (vivanews)

[+/-] Selengkapnya...

25 November 2010

Jadwal PSIS Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011

Snexcyber : Pada putaran I, PSIS Semarang akan melakoni 5 partai kandang yaitu melawan PERSIK (Kediri), PSIM (Kota Jogjakarta), Persemalra Tual (Maluku Tenggara), Persiram Raja Ampat (Papua Barat), Perseman (Manokwari) serta melakukan lawatan pada 7 partai tandang. Berikut adalah jadwal pertandingan PSIS Semarang pada putaran I kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 :





Jadwal Selengkapnya seluruh kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011. Baca/Download di : scribd

(snexcyber/Design : Dodie MJ)

[+/-] Selengkapnya...

Semarang United Ditantang Persibo dan Persibat

Snexcyber : Belum genap sebulan melakukan kesiapan, Semarang United FC kebanjiran tawaran uji coba. Setelah melawan PSAD yang dipersiapkan mengikuti Piala Kasad, skuad Edy Paryono ditantang lima tim, baik amatir maupun profesional.



Dua diantaranya adalah Persibo Bojonegoro yang juga tengah bersiap mengikuti Kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) dan Persibat Batang. Sementara tiga lainnya adalah tim amatir lokal, yaitu Juara Divisi II kompetisi Antraklub Pengcab Kota Semarang, Indomaret Leo.


Kemudian Unnes dan POP Polrestabes Semarang yang tengah bersaing menjadi juara Divisi I di kompetisi yang sama seperti Indomaret Leo. "Kami kebanjiran tawaran uji coba. Hal itu sedang kami bicarakan dengan tim pelatih untuk menyesuaikan jadwal dan program latihan," terang manajer tim Mariyanto.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kemungkinan besar laga persahatan itu akan berlangsung sebelum prakompetisi dimulai, atau sebelum pertengahan Desember. Sedangkan, untuk tempat pertandingan masih akan diusahakan untuk memakai Stadion Jatidiri Semarang.

Saat ini, stadion terbesar di Kota Semarang itu sedang digunakan PSIS yang berlaga di Divisi Utama Liga TiPhone Indonesia. Maka dari itu, jadwal pemakaian harus disesuaikan, agar tidak terjadi bentrok di jadwal. (SM/Foto :Pram)

[+/-] Selengkapnya...

24 November 2010

Stasiun TV Lokal Yang Menyiarkan Secara LIVE Piala AFF 2010

Snexcyber : Masyarakat penggila sepak bola di Tanah Air yang tidak bisa menyaksikan perjuangan Tim Merah Putih pada Piala AFF 2010 secara langsung di stadion tak perlu khawatir. Pasalnya RCTI bakal menyiarkan seluruh pertandingan yang melibatkan Bambang Pamungkas cs.

"RCTI menjadi host broadcaster Piala AFF 2010. Ini sesuai komitmen kami selama ini untuk mendukung sepak bola Indonesia," ujar Dini Putri, Kepala Akuisisi Program RCTI. Menurut Dini, kerja sama dengan penyelenggara sudah berlangsung sejak Piala AFF 2008. Saat itu RCTI juga menayangkan secara live pertandingan timnas Indonesia.


Tak hanya Piala AFF 2010 yang menjadi bukti RCTI mendukung perkembangan sepak bola Indonesia. "Sebagai media televisi dengan jangkauan paling luas, kami juga terus berkomitmen menayangkan laga yang diikuti timnas di kancah internasional, baik timnas senior maupun kelompok umur," imbuh Dini.

RCTI menyadari selain pertandingan yang melibatkan timnas Indonesia, ada sejumlah laga yang diprediksi bakal berjalan menarik, terutama yang melibatkan tim-tim besar lain, tak terkecuali yang berlaga di Grup B.

Karena hak siar dimiliki oleh grup, maka bisa jadi partai lain akan ditayangkan di MNC TV atau Global TV. "Kepastian penayangan pertandingan di grup B, baru bisa diketahui minggu depan," sebut Dini.

Jika tidak disiarkan oleh MNC TV atau Global TV, maka pertandingan lain di luar timnas Indonesia itu ada kemungkinan akan ditayangkan RCTI secara delay. Masih pada hari yang sama, tapi waktu tayangnya setelah prime time.

Semua pertandingan penyisihan grup A (Grup Timnas) sendiri akan dilangsungkan di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, sementara penyishan Grup B dilakukan di My Dinh Stadium, Hanoi (Vietnam).

Pembagian Grup Piala AFF 2010

Grup A :
Indonesia
Thailand
Malaysia
Laos

Grup B :
Vietnam
Singapore
Myanmar
Philippines


Jadwal Lengkap Pertandingan

Piala AFF Suzuki Cup 2010

GRUP A (Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Indonesia)

Rabu, 1 Desember 2010
Thailand VS Laos (17.00 WIB)
Indonesia VS Malaysia (19.30 WIB)

Sabtu, 4 Desember 2010
Thailand VS Malaysia (17.00 WIB)
Laos VS Indonesia (19.30 WIB)

Selasa, 7 Desember 2010
Malaysia VS Laos (17.00 WIB) (Stadion Si Jalak Harupat, Bandung)
Indonesia VS Thailand (19.30 WIB)

GRUP B (My Dinh Stadium – Hanoi, Vietnam)

Kamis, 2 Desember 2010
Singapura VS Filipina (17.00 WIB)
Vietnam VS Myanmar (19.30 WIB)

Minggu, 5 Desember 2010
Singapura VS Myanmar (17.00 WIB)
Filipina VS Vietnam (19.30 WIB)

Rabu, 8 Desember 2010
Myanmar VS Filipina (17.00 WIB)
Vietnam VS Singapura (19.30 WIB)

Semi Final Piala AFF 2010
Runner-up Grup A VS Juara Grup B (15 & 18 Desember 2010)
Runner-up GRUP B VS Juara GRUP A (16 & 19 Desember 2010)

Final Piala AFF 2010
26 & 29 Desember 2010 (Home & Away)

[+/-] Selengkapnya...

PSIM Permalukan PSIS di Kandang

Snexcyber : PSIS Semarang harus menelan pil pahit dihadapan publik pendukunganya sendiri. Menjamu PSIM Yogyakarta dalam pertandingan Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Jati Diri, Rabu (24/11), Tim Mahesa Jenar kalah 3-0. Padahal pada laga uji coba melawan tim yang sama bulan lalu, PSIS berhasil menang 2-0.

Hingga akhir babak pertama, kedua tim masih imbang tanpa gol. Lonceng kematian PSIS terdengar setelah kick off babak kedua. PSIM yang didominasi pemain muda seolah memanfaatkan kelelahan fisik pemain lawan. Tim yang tanpa diperkuat pemain asing itu mampu mematahkan gempuran serangan tuan rumah yang mendapat dukungan sekitar 15 ribu penonton.



Pemain PSIS Semarang, Gustavo Chena (kiri), adu cepat memperebutkan bola dengan pemain PSIM Yogyakarta, Eko Budi Santoso (kanan), pada pertandingan lanjutan sepak bola Divisi Utama Liga Indonesia, di Stadion Jatidiri, Semarang, Jateng, Rabu (24/11). Tim tamu PSIM Yogyakarta mengalahkan PSIS Semarang 3-0.



Teknik bermain mengandalkan serangan balik serta pressing terhadap pemain lawan terbukti mampu menundukkan tuan rumah yang lebih diunggulkan. Ketiga gol PSIM dicetak masing-masing oleh Steven Anderson pada menit ke-59, Engkus Kuswaha menit ke-65, dan Topas Pamungkas menit ke-83.

Ketanguhan permainan Laskar Mataram, sebenarnya sejak awal sudah diwaspadai oleh pelatih PSIS, Bonggo Pribadi. "Waspadai kebangkitan pemain muda PSIM," ujar Bonggo mengingatkan para pemainnya sehari sebelum laga. Berbasis pemain muda dan keberhasilan menahan imbang Persikota saat bertandang ke Tangerang, kata Bonggo, adalah modal moral yang bagus bagi PSIM.

Namun, nasihat tampaknya tak dilaksanakan oleh para pemain PSIS. Setelah tertinggal satu gol, PSIS justru kehilangan skema permainannya.

Pelatih PSIM, Maman Durrahman mengatakan, , kunci kemenangan timnya adalah pada kedisplinan pemain dan pressing ketat terhadap pemain lawan. "Sebelumnya kami telah memplajari kelemahan PSIS saat mengalahkan Persik," katanya. "Alhamdulillah, kerja keras kami membuahkan hasil".

Sementara asisten pelatih PSIS, Eko Purjiyanto, juga menguatkan statmen Maman. "PSIM bermain sangat disiplin. Mereka tampil sangat bagus," tandasnya. PElatih kepala PSIS, Bonggo Pribadi tak hadir pada jumpa pers. (antara/tempo)

Pemain PSIS Semarang, Heri Susilo (kiri), berusaha mempertahankan bola yang akan direbut pemain PSIM Yogyakarta, Tulus Saptianto (kanan)


Abda Ali (kanan), berusaha menghalau bola yang coba dikuasai PSIS Semarang, Imral Usman (kiri)


Pemain PSIS Semarang, Peter Kuoh (kiri), dan pemain PSIM Yogyakarta, Abda Ali (kanan), adu cepat menyundul bola


[+/-] Selengkapnya...

23 November 2010

PSIS Waspadai PSIM

Snexcyber : Motivasi tinggi tengah diusung oleh para pemain PSIS jelang laga kedua kompetisi Divisi Utama kontra PSIM di Stadion Jatidiri Rabu (24/11) sore. Meski minus Zoubairou, tim tuan rumah akan mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk meraih kemenangan.

Asisten pelatih Eko Purjianto mengatakan, pihaknya telah memiliki gambaran kekuatan tim tamu. PSIM dinilainya merupakan tim bagus, terbukti mereka mampu bermain imbang Persikota di kandangnya. "Mereka memiliki banyak pemain muda yang berbahaya. Karena itu anak-anak kami harap tidak lengah," kata Eko.

contoh tiket PSIS

Eko menambahkan, keberhasilan timnya memetik kemenangan atas PSIM dalam laga uji coba kemarin tak sepenuhnya bisa dijadikan tolak ukur. Usai laga, tim berjuluk Laskar Mataram diyakininya telah melakukan evaluasi secara menyeluruh. Pada laga uji coba tersebut, lanjut Eko, memberikan bukti bahwa PSIM adalah tim yang sulit ditaklukkan.

Mahesa Jenar harus menunggu 80 menit sebelum Imral Usman berhasil melesakkan gol kedua. Gol pertama sendiri dicetak oleh Gustavo Chena melalui titik penalti di menit 4. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya memanfaatkan laga kandang ini untuk meraih poin penuh. Kemenangan sangat penting sebagai modal sebelum bertolak ke Cilacap menghadapi PSCS, Minggu (28/11). "Kemenangan menjadi harga mati. Tapi saya berharap, terget tersebut tidak membuat para pemain terbebani," kata Eko.

[+/-] Selengkapnya...

10 Juni 2010

Sartono Anwar Beri Masukan buat PSIS

Snexcyber : Sukses membawa tim Jawa Timur Persibo Bojonegoro promosi ke Liga Super, Sartono Anwar tidak melupakan Kota asal. Hari ini pelatih yang pernah mengantarkan PSIS juara divisi utama mengalahkan Persebaya pada 1987 kembali ke Kota Lunpia. Dia ingin melepas rindu dengan keluarga besar setelah delapan bulan menangani tim berjuluk Laskar Angling Darma.

Pelatih asli Semarang kelahiran 30 September 1947 lalu, sempat memberikan masukan buat PSIS yang akan dibentuk nanti. Sebagai pelatih asli Semarang, masih ada rasa kepedulian untuk tim yang pernah dia perkuat dulu. Salah satunya adalah persiapan yang dilakukan harus lebih matang. "Minimal dipersiapkan tiga bulan sebelum kompetisi. Ya maksimal awal bulan Juli bila kompetisi akan dimulai September. Apalagi dipotong dengan bulan Ramadhan," ujar Sartono yang belum menentukan sikap setelah menyelesaikan tugas menangani timnya Persibo Bojonegoro.


Pemain PSIS era 70-an tersebut menambahkan, dengan persiapan lebih awal, Mahesa Jenar akan lebih leluasa dalam mencari pemain dan pelatih. Bila mepet, dia menghawatirkan bandrol pemain akan melonjak tinggi karena banyak tim-tim yang memperebutkannya.

Sartono juga menyebutkan bahwa selain faktor pemain, manajemen yang terbentuk juga dituntut lebih serius untuk memikirkan faktor teknis dan non teknis selama berkompetisi. "Faktor teknis menyangkut sepak menyepak bola dilapangan. Sedangkan non teknis itu seperti kontrak pemain, pembayaran gaji pemain, atau bonus buat pemain," lanjutnya. (SM)

[+/-] Selengkapnya...

07 Juni 2010

Sukawi Harus Segera Tentukan Nasib Tim

Cybernews : Ketua Umum PSIS yang masih menjabat saat ini, Sukawi Sutarip harus didesak untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan pengurus lainnya untuk menentukan nasib PSIS. Hal itu harus segera dilakukan karena jadwal pelaksanaan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia Sudah semakin dekat.

Bila tidak segera terbentuk dikawatirkan nasib PSIS tidak akan jauh berbeda dibandingkan musim kemarin. Nasib PSIS saat ini masih menjadi tanggung jawab Ketua Umum hingga masa jabatannya usai. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Bidang Legal PSIS Kholison, usai latihan bersama eks-pemain PSIS di Stadion Citarum.


Pemerintahan Kota Semarang saat ini sedang mengalami transisi, namun di tengah perubahan tersebut sebaiknya jangan jadikan PSIS sebagai korbannya. "Sesuai dengan SK pengangkatan yang saya terima, kepengurusan PSIS hingga 2010. Untuk itu pengurus masih memiliki tanggung jawab terhadap nasib PSIS," ungkap Anggota Dewan Komisi B tersebut.

Kholison sebagai bagian dari pengurus PSIS merasa terpanggil dengan adanya latihan bersama yang dilakukan oleh eks pemain PSIS tersebut, karena selama ini tidak ada perhatian dari pengurus yang lain. Apa yang dilakukan oleh mantan pemain PSIS tersebut dapat menjadi cambuk buat pengurus agar segera membentuk tim, untuk persiapan menuju kompetisi.

Dia sangat berterimakasih kepada orang yang masih mau peduli dengan nasib PSIS, termasuk para pemainnya. Mahesa Jenar adalah aset berharga yang dimiliki oleh Ibu Kota Provinsi Jateng ini.

Ditemui terpisah, Direktur PT Arkatama Dr Erwin Tunggal S sebagai penyandang dana latihan bersama tersebut, mengaku sanang dengan hadirnya salah pengurus pada sore itu. Menurutnya Itu adalah salah satu bentuk perhatian terhadap nasib para aset Kota Semarang. Hadirnya pengurus dapat memberikan dorongan dan motivasi buat para pemain. "Kehadiran pengurus pada latihan kami ini merupakan sesuatu yang baik. Ini adalah salah satu perhatian buat para pemain," tandas Erwin.

[+/-] Selengkapnya...

10 Stadion di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan

Cybernews : Menjelang gelaran Piala Dunia 2010, salah satu perhelatan krida terbesar dunia, ada baiknya Anda mengetahui di tempat seperti apakah 32 tim terhebat lima benua akan bertanding. Menyambut 32 negara yang lolos dari rangkaian kompetisi melelahkan namun bergengsi di babak prakualifikasi lalu, Afrika Selatan mempersembahkan sepuluh stadion terbaiknya. Kesepuluhnya tak saja diunjukkan bagi sekitar 700 pemain pilihan dunia, tetapi untuk dikagumi sekaligus menyamankan para penggemar fanatik ke-32 tim lintas geografi itu.



Data Stadion
Nama Soccer City Stadium
Kota Johannesburg
Dibangun 1987
Konstruksi Renovasi besar
Selesai renovasi 2009
Kapasitas 94.700

Sebagai salah satu stadion terartistik dan menakjubkan di Afrika, Soccer City Stadion, akan menjadi tempat digelarnya pertandingan pertama Piala Dunia 2010 antara Afrika Selatan melawan Meksiko, sekaligus untuk laga pamungkas di partai Final Piala Dunia pertama di Benua Hitam itu.Rancangan dasar bangunan megah itu terinspirasi dari bentuk jambangan khas Afrika yang dikenal dengan nama “Calabash’ dan keindahannya akan semakin terpancar ketika diterangi di malam hari.Soccer City berlokasi di Barat Daya Jonannersburg, dekat Sowetol, kota tempat 40 persen warga Johannersburg menetap. Karenanya, stadion ini akan menjadi pusat kegiatan selama putaran final piala dunia 2010.


Soccer City dianggap sebagai jantung persepakbolaan Afrika Selatan karena sebagian besar pertandingan penting sepanjang sejarah Afrika Selatan dimainkan di sini. Di stadion ini pula, Nelson Mandela disambut oleh rakyat Afrika Selatan setelah dibebaskan dari penjara pada 1990. Soccer City adalah stadion internasional pertama yang dibangun di Afrika Selatan yang awalnya dinamai FNB Stadion dengan kapasitas 80.000 orang.

Ditilik dari namanya, stadion ini memang sangat ’sepakbola’. Stadion yang dimiliki oleh Federasi Sepakbola Afrika Selatan (SAFA) ini merupakan stadion terbesar dengan daya tampung sebanyak 94.700 penonton. Dengan kapasitas yang super besar tersebut, Soccer City dijadwalkan akan memainkan beberapa partai termasuk partai pembukaan dan partai final Piala Dunia 2010.

Konstruksi tanah Stadion Soccer City menyerupai calabash, pot asli dari Afrika. Keunikannya akan sangat jelas terlihat saat malam hari di mana stadion akan menyala seperti kelap-kelip bintang. Stadion berada di barat daya kota Johannesburg yang tidak terlalu jauh dari kota penggila sepakbola, Soweto. Stadion Soccer City diartikulasikan dengan 10 garis hitam vertikal yang terdiri atas sembilan garis geografis sejajar dengan sembilan stadion host Piala Dunia 2010 yang lain. Sementara garis yang ke-10 ditujukan kepada Stadion Olimpiade di Berlin, Jerman, yang juga menggelar final Piala Dunia 2006 yang lalu. Hal tersebut menggambarkan jalan ke final dan diharapkan bahwa setelah Piala Dunia usai, setiap gol yang tercetak di stadion itu nantinya akan dicetak di sebuah beton khusus di atas podium, sehingga seluruh cerita gol di turnamen dapat dilihat pada tahun-tahun selanjutnya.

Stadion ini juga dijuluki sebagai jantung sepakbola di Afrika Selatan karena telah menggelar berbagai pertandingan penting yang bersejarah. Soccer City menggelar perayaan rakyat Afrika Selatan atas pembebasan Nelson Mandela pada 1990. Kemudian, ribuan rakyat mendatangi stadion ini untuk mengenang Chris Hani yang dibunuh pada 1993. Dan memainkan partai final Piala Afrika CAF pada 1996 di mana Afrika Selatan berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-0 atas Tunisia

Durban Stadium atau Moses Mabhida Stadium

Kota : Durban
Selesai Dibangun : 2009


Kapasitas penonton : 70.000 Stadion yang baru dibangun ini akan menjadi penyelenggara salah satu partai semifinal Piala Dunia 2010. Bangunan raksasa itu mencirikan seni arsitektural terbaru dan menggambarkan bendera negara di ujung selatan benua Afrika. Terletak di pusat Kings Park Sporting Precinct, stadion ini mempunyai dua garis lengkung di atapnya yang kemudian menyatu pada lengkungan utama, melambangkan persatuan di negara yang pernah terbelah oleh sentimen rasial itu. Berkapasitas 70.000 tempat duduk, stadion ini mempunyai beragam fungsi dan dilengkapi kereta gantung pada lengkungan utama stadion berpanjang 350 meter dan bertinggi 106 meter di atas permukaan lapangan itun. Dari kereta gantung itu akan terlihat panorama pantai dan kota.

Selain itu kawasan sekitar stadion itu akan digunakan sebagai fasilitas penunjang seperti restoran, pertokoan, arena bermain anak, dan jalur jalan kaki yang terhubung dengan pantai. Moses Mabhida, yang namanya digunakan sebagai nama Stadion ini, adalah pejuang penentang politik apartheid dan seorang politisi terkemuka Kongres Nasional Afrika, sebuah gerakan revolusioner yang memenangkan pemilihan umum 1994.

Satu lagi stadion multifungsi baru yang dibangun untuk ajang Piala Dunia 2010 yakni Stadion Moses Mabhida atau bisa disebut Stadion Durban. Stadion dijadwalkan akan jadi tuan rumah pada lima pertandingan salah satunya adalah partai semi final. Soal kapasitas, stadion ini dapat disesuaikan kebutuhan. Untuk event Piala Dunia, stadion akan diisi 70.000 kursi penonton. Sedangkan untuk event sekelas olimpiade, tidak mustahil jumlah kursi akan ditambah menjadi 80.000 kursi.

Model stadion ini pun bisa dikatakan sangat nasionalis karena mengambil inspirasi dari bendera Afrika Selatan. Dengan lengkungan besar yang ada, hal ini merepresentasikan kecintaan bangsa ini akan olahraga. Sekilas bentuk Stadion Durban mirip dengan Stadion Wembley yang ada di Inggris karena dilengkapi dengan lengkungan raksasa sepanjang 350 meter. Ditambah dengan sebuah mobil kabel yang siap mengantarkan pengunjung dari sisi utara stadion ke titik tertinggi dari lengkungan tersebut sehingga pengunjung dapat melihat indahnya pemandangan kota dan lautan.Letak stadion berada di sebelah Stadion ABSA di Kings Park Sporting Precinct dan sirkuit jalan Durban yang sering digunakan untuk balapan A1GP. Sarana lain yang dapat dijumpai di luar stadion meliputi ruangan indoor, musim sepakbola, lembaga olahraga dan sebuah stasiun transportasi transmodal.Pembangunan Stadion Durban ini sempat menuai kritik pedas dari beberapa kalangan yang menilai Durban tidak membutuhkan stadion baru. Soalnya belum tahu mau diapakan stadion ini setelah perhelatan Piala Dunia 2010.

Green Point Stadium

Gb
Kota : Cape Town
Selesai Dibangun : 2009
Kapasitas penonton : 70.000

Dibangun di kota pelabuhan utama, Cape Town, stadion ini adalah salah satu situs paling dikagumi di kota itu dan akan menjadi tempat pegelaran salah satu partai semifinal Piala Dunia 2010.Stadion serbaguna itu hanya berjarak sepelemparan batu dari pantai, dengan pegunungan Cape Town sebagai latar belakang. Selain itu, lokasinya strategis karena berdekatan dengan pusat transportasi. Stadion itu juga dilengkapi dengan lapisan peredam suara. Tak hanya Eropa yang memiliki stadion mewah dengan fasilitas sempurna. Afrika Selatan yang didaulat sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010 pun memiliki beberapa stadion megah bernama Green Point.

Stadion yang dijadwalkan akan selesai dibangun pada bulan Desember tahun ini merupakan salah satu yang paling artistik di Afrika Selatan. Stadion yang sebelumnya digunakan sebagai lapangan golf ini terletak di lokasi yang cukup strategis. Green Point terletak di antara Bukit Signal dan Samudra Atlantis yang ada di dekat pusat kota Cape Town dan daerah pelabuhan Victoria & Alfred. Lokasi ini juga sangat ideal untuk menuju pusat transportasi di kota tersebut.

Sekitar 70.000 penonton akan dapat tertampung di dalam Green Point. Jumlah yang tidak kalah besar dengan stadion-stadion top Eropa macam San Siro, Nou Camp ataupun Old Trafford. Dengan kapasitas penonton yang besar, stadion ini tetap mengutamakan kenyamanan para pengunjungnya. Hal itu dibuktikan dengan dibuatnya atap khusus stadion yang dapat mengurasi kebisingan suara pesawat yang melintas sehingga perhatian penonton tetap di lapangan. Pada Piala Dunia 2010 stadion Green Point direncanakan akan menggelar lima pertandingan babak penyisihan grup, satu pertandingan babak kedua, satu pertandingan perempatfinal dan satu pertandingan semifinal.Setelah Piala Dunia selesai, Green Point tidak lantas menganggur. Sebab, beberapa klub sepakbola profesional di Cape Town seperti Ajax Cape Town dan Santos kemungkinan besar akan memakainya. Selain itu, stadion multiguna ini juga akan dipakai untu mementaskan acara-acara besar dan konser-konser.

Ellis Park Stadium

Gb

Kota : Johannesburg
Waktu Dibangun : 1982
Selesai Direnovasi : 2009
Kapasitas penonton : 61.000

Terletak di tengah kota Johannesburg dan berpengalaman menyelenggarakan Final Piala Konfederasi 2009 antara Brazil dan Amerika Serikat, stadion ini awalnya dibangun untuk menyelenggarakan pertandingan rugbi. Bernamakan anggota dewan JD Ellis, stadion yang dibangun pada 1982 itu, menempati tempat khusus di hati rakyat Afrika Selatan. Di tempat itulah pada 1995 tim rugbi Afrika Selatan memenangkan Piala Dunia Rugby setelah mengalahkan Selandia Baru. Pada saat itu, Nelso Mandela mengangkat piala dan mempersatukan rakyat dalam perayaan kemenangan itu. Stadion ini dilengkapi dengan fasilitas untuk penonton cacat, teknologi audio visual berteknologi tinggi, dan tempat bagi khusus bagi penonton VIP. Ellis Park adalah kandang dari klub lokal Orlando Pirates.

Dibangun pertama kali pada tahun 1928 sebagai sebuah stadion rugby, Ellis Park merupakan salah satu stadion kebanggaan dan yang paling moderen yang dimiliki Afrika Selatan. Stadion ini dihancurkan dan kembali dibangun pada 1982 dan lagi-lagi sebagai stadion eksklusif untuk menggelar pertandingan rugby.

Nama Ellis Park dipakai untuk menghormati JD Ellis, seorang anggota dewan kota Johannesburg yang menyetujui pembangunan lahan untuk stadion yang sekarang dipakai untuk menggelar pertandingan rugby dan sepakbola itu. Berlokasi di jantung kota tambang emas Johanesburg, Ellis Park telah menorehkan sejarah dengan menggelar sejumlah pertandingan hebat termasuk final Piala Konfederasi 2009 antara Brasil versus Amerika Serikat. Di stadion ini pula Afrika Selatan berhasil menyabet tropi Piala Dunia Rugby pada tahun 1995 setelah diizinkan kembali ke panggung olahraga dunia. Walau demikian, ada pula cerita memilukan yang terukir pada buku sejarah stadion yang kini lebih populer disebut Coca-cola Park ini. Delapan tahun silam, terjadi sebuah kerusuhan sepakbola antara tuan rumah Orlando Pirates melawan Kaizer Chief yang merenggut 42 nyawa. Tragedi Ellis Park ini menjadi tragedi sepakbola terbesar dalam sejarah negeri itu.

Lupakan kenangan pahit itu. Stadion Ellis Park kini telah siap menyambut hajatan sepakbola terbesar sejagad pada 2010 nanti. Keseriusan tersebut telah ditunjukkan dengan penambahan 5.000 seat yang dilakukan sebelum Piala Konferedasi berlangsung sehingga stadion kini berkapasitas sebanyak 62.000 penonton.Serangkaian fasilitas yang dimiliki stadion ini dijamin tidak akan membuat penonton kecewa. Di antaranya fasilitas untuk pers yang moderen, tim pusaran air, areal khusus untuk tamu-tamu kehormatan kelas satu, aksesibilitas untuk para penyandang cacat, lapangan baru dan peralatan audi-visual canggih yang terus memberikan informasi kepada fans selama pertandingan.

Loftus Versfeld Stadium
Gb

Kota : Tshwane/Pretoria
Dibangun : 1906
Selesai Direnovasi : 2008
Kapasitas penonton : 50.000

Sebagai salah satu stadion tertua di Afrika Selatan, berbagai perhelatan telah diselenggarakan di sini sejak 1903, sementara struktur beton pertama yang bisa menampung 2000 orang dibangun oleh dewan kota pada 1923.Stadion itu terus dibenahi sejak tahun 1948 dan digunakan untuk pertandingan rugbi dan sepakbola, bahkan pada 1995 menjadi tempat perhelatan Piala Dunia Rugbi dan Piala Afrika 1996. Loftus Versfeld Stadium adalah tempat tim nasional Afrika Selatan untuk pertamakalinya mengalahkan negara Eropa, Swedia, pada 1999.

Kurang lebih 100 tahun yang lalu, stadion Loftus Versfeld dibangun di Tshwane atau Pretoria. Stadion all seater ini adalah stadion olahraga tertua yang dimiliki Afrika Selatan. Selama kurun waktu yang lebih dari satu abad, Loftus Versfeld sudah banyak mengalami renovasi. Diantaranya kini kursi penonton telah diperbanyak menjadi 50.000, sementara pada awal pendiriannya hanya tersedia 2.000 kursi. Pada tahun 1999, Stadion Loftus Versfeld menjadi saksi dari sebuah sejarah tim sepakbola Afrika Selatan. Kala itu, untuk pertama kalinya tim berjuluk ‘Bafana Bafana’ berhasil mengalahkan tim dari Eropa, Swedia, dengan skor 1-0.

Stadion yang didirikan oleh tokoh olahraga setempat, Roberts Owen Loftus Versfeld tersebut akan menghelat sejumlah pertandingan dari babak pertama dan kedua Piala Dunia 2010. Sekedar informasi, sejumlah artis papan atas dunia seperti UB40 dan Robbie williams pada 17 April 2006 yang berhasil menyedot lebih dari 56.000 penonton. Yang lebih dahsyat lagi, konser Celine Dion pada 16-17 Februari 2008 mendapat perhatian sebanyak 80.000 penonton.

Nelson Mandela Bay Stadium atau Port Elizabeth Stadium

Kota : Nelson Mandela Bay atau Port Elizabeth
Selesai Dibangun : 2009
Kapasitas penonton : 48.000

Stadion Nelson Mandela Bay dibangun di tepi Danau North End dan akan menjadi tuan rumah bagi laga merebut tempat ketiga, perempatfinal, dan enam laga lainnya selama Piala Dunia 2010. Stadion ini mempunyai struktur atap yang unik dan berlatar belakang pemandangn yang indah karena dekat dengan Danau North End.Sebelumnya, semua pertandinga sepakbola di kota ini dimainkan di stadion rugbi Eastern Province, Afrika Selatan.

Disain yang ‘eye-catching’ dengan struktur atap unik dan pemandangan spektakuler yakni menghadap Danau North End membuat Stadion Nelson Mandela Bay ini sebagai salah satu dari tidak banyak stadion di dunia ini yang dibangun dengan menghadap danau. Sebelum stadion ini selesai dibangun, semua pertandingan sepakbola internasional dimainkan di Stadium EPRU yang ada di timur provinsi. Permukaan lapangan stadion berupa rumput alami yang mana pada pinggir lapangan akan dibuat rumput buatan, sehingga dapat digunakan untuk sepakbola maupun rugby. Sementara dalam hal kapasitas, stadion akan diisi sebanyak 45.000 kursi dengan 4.000 kursi tambahan cadangan selama berlangsungnya Piala Dunia 2010.

Mahalnya biaya konstruksi yang mencapai 1,1 miliar rand atau sekitar US$ 150 juta membuat stadion ini dituntut untuk memberikan sarana dan prasana yang sepadan harganya. Seperti pemasangan dua layar raksasa besar dipastikan akan menghiasi stadion untuk penayangan pertandingan secara langsung ditambah dengan dua ruangan konferen yang dapat menampung 200 orang. Jalan khusus untuk kursi roda, 74 toilet dan 32 pintu gerbang. Dalam urusan transportasi juga tidak perlu dirisaukan oleh pengunjung. Stadion yang terletak di sepanjang kota-kota jaringan BRT baru dan kini sebuah jalur khusus untuk bus sedang dibangun. Nantinya, bus-bus BRT akan mengangkut pengunjung dari dan ke stadion saat berlangsungnya pertandingan.

Pembangunan stadion Nelson Mandela Bay ini sempat diragukan dalam ketepatan waktunya. Bahkan pada Juli 2008, stadion sempat dicoret dari daftar stadion yang menggelar Piala Konfederasi 2009. Namun, justru stadion ini menjadi stadion Piala Dunia 2010 pertama yang selesai pembangunannya

Free State Stadium

Gb
Kota : Mangaung/ Bloemfontein
Mulai Dibangun : 1952
Selesai Direnovasi : 2008
Kapasitas penonton : 48.000

Kandang dari beberapa klub sepakbola lokal ini akan menjadi pusat perhatian Piala Dunia nanti. Di sinilah tim Spanyol, unggulan pertama Piala Kondfederasi 2009 secara mengejutkan tumbang dari tim nasional AS di pertandingan semifinal. Penduduk Bloemfontein terkenal dengan semangat olahraganya, sedangkan pusat olahraga di kota mereka ini telah menjadi ajang dari beberapa kompetisi olahraga nasional, terutama rugbi dan sepakbola.Stadion Free State berada di kota Bloemfontein dan saat ini digunakan oleh klub sepakbola Bloemfontein Celtic yang bermain di Liga Utama Afrika Selatan. Dua klub rugb, Free State Cheetahs dan Central Cheetachs, juga memakai stadion yang juga dikenal dengan nama Vodacom Park itu.

Stadion ini menggelar partai yang cukup mengejutkan banyak orang di Piala Konfederasi 2009, yakni partai semifinal antara Spanyol melawan Amerika Serikat (AS) di mana AS berhasil mempecundangi juara Eropa 2008 itu dan menjadi runner up turnamen. Bloemfontein merupakan kota yang penduduknya terkenal dengan semangat olahraga yang tinggi. Bloemfointein menerima suntikan dana sebesar 221 juta rand (Rp 277 miliar) yang ditambah dengan 24 juta rand (Rp 30 miliar) dari pemerintah kota setempat untuk meng-upgrade stadion ini. Proses upgradeberjalan mulai bulan Juli 2007.

Hasilnya, tingkat kedua dari sisi barat telah ditambahkan pada sisi baratnya sehingga kapasitas bertambah dari 36.538 kursi menjadi 45.000 seat. Pintu putar baru, lampu sorot, papan skor elektronik telah dipasang serta sound system disesuaikan dengan standar yang diperlukan, pemasangan CCTV dan pembaruan fasilitas media.Stadion Free State mungkin akan menjadi pusat perhatian selama perhelatan Piala Dunia 2010. Pasalnya, stadion ini terkenal dengan kelompok suporter fanatik Bloemfointein Celtic yang dinamakan Siwelele.

Mbombela Stadium


Kota : Nelspruit
Selesai Dibangun : 2009
Kapasitas penonton : 46.000

Stadion ini termasuk yang baru dibangun menyambut Piala Dunia 2010. Namanya diambil dari nama kota bagian Nelspruit dan Mbolela berasal dari bahasa siSwati (salah satu bahasa resmi Afrika Selatan) yang secara harafiah berarti “banyak orang
berkumpul dalam tempat kecil. Terletak di Provinsi Mpumalanga, stadion ini berjarak sekitar delapan kilometer dari pusat kota dan 12 kilometer dari Bandara Kruger-Mpumalanga.

Pembangunan Stadion Mbombela akan memberikan warna baru bagi kehidupan sepakbola masyarakat Nelsprui. Sebab, sebelumnya Nelspruit tidak memiliki venue sepakbola untuk menggelar pertandingan berskala internasional.

Mbombela adalah stadion baru yang khusus dibangun demi menyelenggarakan Piala Dunia 2010. Stadion Mbombela terletak sekitar tujuh kilometer dari Nelspruit, Mpumalangan dan 12 kilometer dari bandara terdekat, Kruger-Mpumalanga. “Mbombela” yang berarti banyak orang bersama di sebuah ruang kecil ini juga berdekatan dengan taman bermain dimana pengunjung dapat menyaksikan kehidupan satwa liar ketika sedang liburan. Stadion dengan kapasitas 46.000 penonton ini memiliki disain interior yang cukup unik, di mana desain tempat duduk dirancang menyerupai mangkuk yang bertujuan agar penonton sedekat mungkin dekat lapangan namun tetap mempertahankan pandangan yang baik di atas kepala penonton. Luas atapnya akan melindungi 95% tempat duduk. Atap juga akan mengapung bebas pada bagian atas tempat duduk dengan celah sepanjang 6 meter untuk mengurangi efek dari suhu yang panas serta memberikan pemandangan berupa jajaran bukit dari tempat duduk. Stadion juga akan diberikan penopang dari baja sepanjang 30 meter sebagai simbol leher jerapah.

Mulai akhir 2009 hingga bulan Juni 2010 menjelang kickoff Piala Dunia mendatang, fasilitas olahraga senilai R1.050 juta siap dipasang dan digunakan di stadion Mbombela. Tak lupa fasilitas konferensi siap melengkapi stadion ini. Tak heran apabila stadion ini nantinya akan menjadi salah satu aset olahraga dan hiburan yang paling pentin yang dimiliki oleh Provinsi Mpumalanga.

Peter Mokaba Stadium


Kota : Polokwane
Selesai Dibangun : 2010
Kapasitas penonton : 46.000

Dinamakan sesuai dengan seorang pejuang antiapartheid, stadion Peter Mokaba mengenang semangat dan inspirasi sang pejuang yang juga berasal dari kota Polokwane. Rancangan stadion ini diinspirasi oleh simbol lokal, pohon Baobab, yang struktur tiang-tiang bajanya menopang atap di setiap pojoknya.Stadion yang berjarak lima kilometer dari pusat kota itu dibangun dekat stadion Peter Mokaba lama di Provinsi Limpopo. Di stadion ini, Didier Drogba yang sekarang membela Chelsea, melakukan debut internasional pertamanya untuk Pantai Gading pada kualifikasi Piala Afrika melawan Afrika Selatan.

Stadion Peter Mokaba terletak di Polokwane dan hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat kota. Stadion yang berkapasitas 45.000 penonton itu berada tepat di samping Stadion Peter Mokaba lama.Rancangan konstruksi beton terinspriasi dari sebuah pohon yang menjadi ikon kota tersebut, PohonBaobab dengan struktur baja yang menumpu atap stadion. Pada tiap sudut stadion ditumpu oleh struktur yang menyerupai batang pohon raksasa yang mengakomodasi sirkulasi vertikal jalan stadion yang landai.Nama Peter Mokaba diambil untuk mengenang perjuangan salah satu tokoh penting dalam sejarah Afrika Selatan itu. Mokaba terkenal karena semangat juang dalam menentang rezim apartheid dan kepemimpinannya yang telah menginspirasi banyak orang.

Royal Bafokeng Stadium

Gb
Kota : Rustenburg
Mulai Dibangun : 1999
Selesai Direnovasi : 2010
kapasitas penonton : 42.000

Stadion ini dinamai sesuai dengan nama suku Bafokeng yang menetap di wilayah itu. Walaupun Rustenberg tidak mempunyai klub lokal, tetapi stadion ini telah menjadi tuan rumah bagi liga sepakbola lokal (Premier Soccer League) dan ketika Afrika Selatan mengalahkan Burkina Faso 2-1 pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2001. Stadion ini terletak 25 kilometer dari pusat kota Rustenberg.
Stadion Royal Bafokeng memiliki daya tampung sebanyak 42.000 kursi penonton. Bafokeng dipilih sebagai nama stadion karena masyarakat yang tinggal di sekitar area stadion tersebut. Tidak hanya berfungsi sebagai stadion sepakbola, Royal Bafokeng juga dapat digunakan sebagai stadion atletik dan rugby. Sebagai persiapan untuk menggelar pertandingan di Piala Dunia 2010, stadion ini telah mengalami sejumlah perbaikan. Di antara diberikannya sebuah penyangga atap yang baru senilai US$ 45 juta. Ditambah dengan beberapa pemasangan papan skor elektronik, kursi penonton yang baru serta pembaruan lampu sorot dan sistem alamat publik.Royal Bafokeng hanya berjarak sekitar 25 menit mengemudi ke Sun City dan setengah jam ke Pilansberg atau kira-kira 12 kilometer dari pusat kota Rustenburg. Meski menjadi salah satu stadion berstandar dunia, Royal Bafokeng malah tidak memiliki tim dari kotanya sendiri, Rustenburg. Sejauh ini stadion pernah menggelar laga internasional antara Afsel melawan Burkina Faso ditahun 2001 pada kualifikasi Piala Dunia.

Sumber : http://selebsexy.com

[+/-] Selengkapnya...

27 Februari 2010

Langkah PSIS Makin Berat

Snexcyber : PSIS gagal revans atas Deltras Sidoarjo. Di laga kandang sore kemarin, Mahesa Jenar hanya mampu bermain imbang tanpa gol.

Di putaran pertama lalu, tim Kota ATLAS kalah 0-2. Dua gol itu dicetak melalui titik putih. Hasil seri tersebut merupakan ketiga yang diraih Cristiano Lopes dan kawan-kawan di laga kandang pada Kompetisi Divisi Utama 2010.

Sebelumnya, tim kebanggaan Kota Semarang ini ditahan imbang oleh Persikota Kota Tangerang dan Persidafon Dafonsoro pada putaran pertama lalu.


Hasil seri tersebut membuat langkah PSIS semakin berat untuk mendapatkan tiket ke babak delapan besar. Hingga pertandingan ke-14 ini, anak-anak Semarang mengemas nilai 21 dari enam menang, tiga seri, dan lima kalah.

‘’Anak-anak kurang tenang. Padahal, kita memiliki banyak peluang. Taktik dan strategi jadi tak berjalan,’’ ungkap pelatih PSIS Hanafing
Laga lawan Deltras sore kemarin menyedot penonton sekitar 20 ribu. Semua tribune penuh sesak penonton yang ingin menyaksikan aksi-aksi pemain pujaannya. Itu merupakan jumlah penonton terbanyak selama Kompetisi Divisi Utama ini.

Suporter Panser Biru yang berada di tribun selatan pun tak henti-hentinya memberikan dukungan anak-anak asuhan Hanafing dengan yel-yel dan lagu-lagu yang membakar semangat serta motivasi.

Begitu pula dengan Snex yang ada di tribun utara. Mereka tak mau ketinggalan dengan saudara tuanya, Panser Biru, yang terus memberikan dukungan kepada anak-anak Semarang.
Dukungan penuh dari penonton membuat pemain tampil agresif pada awal babak pertama.

Serangan-serangan yang dibangun dari lini ke lini menciptakan momen-momen yang menggetarkan hati penonton. Banyak peluang yang dimiliki oleh Cristiano Lopes, Imral Usman, Miro Baldo Bento, atau Gustavo Chena. Namun, itu tak juga bisa menggetarkan jala Deltras yang dijaga Dwi Kuswanto. Penonton pun dibuat geregetan.

Deltras sendiri bermain bertahan pada babak pertama. Hampir separuh lebih pemainnya dikonsentrasikan ke daerah tersebut. Mereka cukup disiplin dalam menjaga daerah pertahanannya.
Dilempari Botol Meski tetap menguasai jalannya permainan, PSIS susah menembus tembok pertahanan Deltras. Hal itu menjadikan Lopes dan kawan-kawan mulai frustasi. Mereka kurang tenang bermain dan terburu-buru mencetak gol saat berada di kotak penalti.

Sebenarnya PSIS mendapat hadiah setidaknya dua penalti lantaran pemain lawan handsball di kotak terlarang. Namun, wasit Kusni dari Samarinda tidak menunjuk titik putih. Begitu juga ketika Lopes dijatuhkan di kotak penalti oleh pemain belakang Deltras. Lagi-lagi wasit menganggap itu tidak sebagai pelanggaran.

Keputusan-keputusan wasit yang kurang tegas itu membuat suporter tuan rumah marah. Usai pertandingan, saat masuk ruang ganti, penonton di tribun barat pun melempari wasit dengan botol-botol minuman. (SM)

[+/-] Selengkapnya...

26 Februari 2010

Mengecewakan, Deltras Menahan Imbang PSIS, 0-0

Hasil Akhir PSIS vs Deltras Sidoarjo, 26 Februari 2010, berakhir 0-0


[+/-] Selengkapnya...

24 Februari 2010

Habis-habisan Ganyang Deltras !!

Snexcyber : PSIS bertekad akan menebus kekalahan dari Deltras Sidoarjo saat kedua tim bertemu pada laga lanjutan putaran kedua Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama Grup II di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (26/2).

"Saat putaran pertama, kita kalah dari mereka (0-2) dan saatnya sekarang ini bagi kita untuk membalas mengganyang mereka," kata Manajer Tim PSIS, Setyo Agung Nugroho berapi-api.

Menurut dia, untuk membalas kekalahan tersebut, dirinya menginstruksikan kepada pemain supaya tetap mengedepankan sportivitas. "Kita tetap akan bermain normal seperti pertandingan-pertandingan yang lalu," katanya.


Ia menambahkan, selama dua kali pertandingan yang dijalani tim asuhan pelatih Hanafing ini, permainan Cristiano Lopez dan kawan-kawan sudah berjalan dengan baik dan bagus, dirinya berharap pemain tampil dengan konsentrasi serta menjaga konsistensi permainan.

Di samping itu, kata dia, pemain diharapkan jangan tampil dengan emosi yang berlebihan karena bisa membawa bumerang bagi timnya. "Kita tetap tampil dengan emosi untuk menang tetapi jangan sampai berlebihan," katanya.

Ketika ditanya bahwa tim berjuluk "The Loubster" ini baru saja menderita kekalahan 0-3 dari tuan rumah PPSM Sakti Magelang, ia mengatakan, hasil tersebut tidak bisa dijadikan patokan bahwa timnya juga akan menang dengan mudah karena situasinya berbeda antara PPSM dengan PSIS.

"Kita tetap harus kerja keras untuk memenangkan pertandingan mendatang. Saya yakin, mereka pasti memiliki motivasi yang tinggi untuk tidak kehilangan angka yang kedua kalinya di kandang lawan," katanya.

Ia menambahkan, mereka memiliki materi pemain yang bagus dengan tiga pemain asing yang berada di lini depan (Roberto Kwateh), lini tengah, dan belakang.

"Tetapi saya dengar satu pemain asing, Adolphus tidak bisa main karena mendapat kartu merah," katanya.

Absennya Adolphus, kata dia, bukan berarti mereka akan mudah dikalahkan tetapi justru lini depan mereka berbahaya sehingga anak-anak tetap harus konsentrasi dan konsisten dalam permainan.

Ia menambahkan, hanya seorang pemain PSIS, yaitu Deni Rumba yang tidak bisa dimainkan karena sakit, sedangkan pemain baru asal Brasil, Bruno Jose Zandonadi, belum berani memastikan karena masih menunggu pengesahan dari Badan Liga Indonesia (BLI).

Ia menjelaskan, hari ini atau Rabu, manajemen sudah mengirim persyaratan Bruno ke BLI dan tinggal menunggu pengesahan, sedangkan untuk pengganti Deni Rumba masih ada Sunarso, Iswan Bode, dan Tommy.

Sementara itu Wakil Ketua Panpel PSIS, Dony Ryandika mengatakan, soal perizinan untuk menggelar pertandingan PSIS melawan Deltras Sidoarjo. "Panpel sudah mengantongi izin dari Polres Semarang Selatan, Polwiltabes Semarang, dan Polda Jateng.

"Kami hanya berharap pertandingan mendatang lancar dan tidak ada kejadian seperti saat PSIS menjamu Mitra Kukar (perangkat pertandingan mulai dari wasit, dua asisten wasit, dan pengawas pertandingan diperiksa polisi)," katanya. (antara)

[+/-] Selengkapnya...

23 Februari 2010

Bruno Jose Zandonadi Kandidat Striker PSIS

Snexcyber : Pilihan untuk melengkapi satu pemain asing di skuad PSIS akan segera terjawab. Setelah gagal mendapatkan mantan striker PSM Christian Carrasco, kini PSIS kedatangan Bruno Jose Zandonadi.


Mantan pemain Persiba Balikpapan 2008 itu langsung direkomendasikan pelatih Hanafing kepada manajemen agar dapat segera bergabung dengan Cristiano Lopes dan kawan-kawan.

Pemain asal Brasil yang bisa berperan dalam dua posisi yaitu striker dan playmaker, sudah ikut berlatih bersama tim Mahesa Jenar di Stadion Jatidiri sejak kemarin. Apa yang dia lakukan selama berlatih tidak luput dari pantauan pelatih dan tim manajemen yang melihatnya langsung di lapangan.


’’Dia adalah salah satu alternatif setelah PSIS gagal mendapatkan Carrasco. Kualitasnya sudah tidak diragukan. Dia (Bruno) tinggal beradaptasi dengan para pemain PSIS yang lainnya. Saya sudah pernah melatihnya ketika di Mojokerto Putra sehingga secara garis besar sudah mengetahui karakter dan kualitas permainannya,’’ terang Hanafing usai memimpin anak asuhnya berlatih, kemarin.

Setelah memperkuat Mojokerto Putra, Bruno juga pernah bergabung dengan Persita Tangerang, dan terakhir pada 2008 bermain untuk Persiba Balikpapan. Meskipun secara kualitas sudah tidak diragukan lagi, namun stamina Bruno perlu ditempa lebih keras. Fisiknya terlihat mulai menurun karena tidak bermain selama setahun belakangan ini.
Lawan Deltras Hanafing mengatakan, saat ini tim Ibu Kota Provinsi Jateng memang butuh pemain untuk meningkatkan daya dobrak di lini depan. Karena PSIS harus meraih banyak kemenangan di sisa pertandingan putaran kedua agar dapat lolos ke babak ’’8 Besar’’. Dengan adanya Bruno yang bertipikal penyerang, lini depan diharapkan semakin tajam.

’’Saat ini PSIS butuh banyak kemenangan. Lini depan harus semakin tajam agar dapat mencetak banyak gol. Bruno dapat berperan di dalamnya,’’ lanjut pelatih yang baru awal putaran kedua lalu melatih Mahesa Jenar.

Di dalam Skuad PSIS, dia dapat mengisi lini tengah bersama dengan Gustavo Chena sebagai playmaker. Akurasi umpannya dapat memudahkan striker memaksimalkan peluang-peluang. Atau menjadi striker lubang seperti Miro Baldo Bento dan Imral Usman.

Karena pertimbangan-pertimbangan tersebut, Hanafing meminta kepada manajemen untuk segera melakukan negosiasi kepada pemain asal Brasil tersebut. Setidaknya sebelum laga melawan Deltras, Jumat (26/2) dia diharapkan dapat diturunkan, minimal sebagai pemain cadangan. (SM)

[+/-] Selengkapnya...

Biodata Miro Baldo Bento - PSIS

Biodata Miro
Nama : Miro Baldo Bento de Araujo
Lahir : Timor Leste, 4 Juni 1975
Timnas : Membela Timnas Timor Leste sejak 2005

Karier Klub
1992-1998 : Persija Jakarta
1999-2002 : PSM Makassar
2003 : Perseden Denpasar (Bali Persegi FC)
2004-2005 : Persijap Jepara
2006 : Persmin Minahasa
2007 : Persela Lamongan
2008-2009 : vakum
2010 : PSIS Semarang

JIKA Anda melihat Miro Baldo Bento secara sepintas saja, maka kesan yang datang adalah sangar. Tapi bila kita telah dekat dan bercengkerama, maka Miro adalah pribadi yang hangat.


Dipinang saat kompetisi telah bergulir deras, Miro langsung bersenyawa. Sejauh ini ia belum memberi kontribusi, tapi percayalah ia bakal mengerahkan segenap tenaga dan pikirannya untuk Mahesa Jenar.

Pernah melanglangbuana ke beragam klub, Miro sempat dipercaya pelatih Raja Isa untuk meracik Persidam Raja Ampat Junior, di Papua, kisaran Juni tahun lalu. Persidam membutuhkan sosok berpengalaman seperti dirinya. Kontribusi dan pengalamannya di Liga Indonesia diyakini mampu memberikan suntikan moral bagi anak asuhnya.

Tapi itu tak lama. Rumput lapangan memanggilnya kembali untuk beraksi. Nasib mengantarnya menuju Semarang, dan kini ia memakai kostum PSIS. Ia akan menjadi bagian dari sejarah Semarang andai PSIS promosi ke super liga. Selamat berkarya, Miro. (rief/harsem)

link : http://hariansemarangbanget.blogspot.com/2010/02/miro-baldo-bento-de-arujo.html

[+/-] Selengkapnya...

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP