kalo pas gol di lepasin baju ma celana terus jingkrak-jingkrak kegirangan, pernah saking senengnya di tu jatuh, kalo jatuh di pohon toge paling cuman lecet-lecet, lha ini jatuh dari ketinggian 5-10 meter, cek..cek.. kalo patah cuman kaki sih biasa, kalo patah anunya kan bisa berabe. Itulah serba-serbi di dalam stadion, yang selalu saja ada cerita di dalamnya. Tingkah laku suporter menjadi nilai lebih di dalam setiap pertandingan bola, selain mendukung tim sepakbola, juga menjadi hiburan gratis bagi penonton biasa... gimana gak enak udah timnya main apik, menang, hiburan dari suporter, mangen pecel karo sate, disebelahe cewek ayu, wah puas..puas.
Di Indonesia, para suporter mania emang dikondisikan terkotak-kotak yang artinya klub adalah lambang kebanggaan, fanatisme, simbol kedaerahan, yang terbaik dari klub manapun, akhirnya menjadi panatik (saking fanatiknya), lawan adalah musuh, dan musuh harus dikalahkan, sehingga dalam setiap episode LIGINA selalu saja ada cerita bentrok antar suporter, bisa emang permusuhan abadi (turun-temurun) dari warisan kakek-kakek kita, ato bentrok yang emang gak ada sejarahnya pun bisa terjadi !
Rivalitas klub-klub di kompetisi lokal juga berpengaruh terhadap bentrok dan kerusuhan antar suporter. Rivalitas selalu ada, juga masalah kecemburuan klub/suporter berpengaruh terhadap potensi kerusuhan, contoh transfer dan gaji yang gila-gilaan, membajak pemain tim lain, dsb. Kedewasaan suporter wajib diperlukan, perlu waktu untuk membina dan menggalang persatuan, karena kita satu bangsa, satu bahasa, yaitu Indonesia, tapi kapan itu bisa terwujud.... mari kita mulai dari sekarang !!
penulis : m.noor (noor_muhamad@yahoo.co.id)

Di Indonesia, para suporter mania emang dikondisikan terkotak-kotak yang artinya klub adalah lambang kebanggaan, fanatisme, simbol kedaerahan, yang terbaik dari klub manapun, akhirnya menjadi panatik (saking fanatiknya), lawan adalah musuh, dan musuh harus dikalahkan, sehingga dalam setiap episode LIGINA selalu saja ada cerita bentrok antar suporter, bisa emang permusuhan abadi (turun-temurun) dari warisan kakek-kakek kita, ato bentrok yang emang gak ada sejarahnya pun bisa terjadi !
Rivalitas klub-klub di kompetisi lokal juga berpengaruh terhadap bentrok dan kerusuhan antar suporter. Rivalitas selalu ada, juga masalah kecemburuan klub/suporter berpengaruh terhadap potensi kerusuhan, contoh transfer dan gaji yang gila-gilaan, membajak pemain tim lain, dsb. Kedewasaan suporter wajib diperlukan, perlu waktu untuk membina dan menggalang persatuan, karena kita satu bangsa, satu bahasa, yaitu Indonesia, tapi kapan itu bisa terwujud.... mari kita mulai dari sekarang !!
penulis : m.noor (noor_muhamad@yahoo.co.id)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar, memberi saran atau masukkan tentang posting ini.